jokowikorona

Jokowi Minta Menteri Tak Beri Laporan yang Bertele-tele

( kata)
Jokowi Minta Menteri Tak Beri Laporan yang Bertele-tele
Presiden Joko Widodo saat konferensi pers virtual di Gedung BNPB, Jakarta. Medcom.id

JAKARTA (Lampost.co) -- Presiden Joko Widodo tak ingin terus-terusan mendengar laporan rencana kerja menterinya yang bertele-tele. Jokowi ingin mendengar hasil dari pekerjaan para pembantunya.

"Saya harapkan nanti yang disampaikan adalah bukan laporan apa yang harus kita kerjakan, problem lapangannya apa, dan pendek-pendek," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 13 Juli 2020.

Jokowi lebih menyukai bukti kerja cepat para menteri. Dia memerintahkan seluruh menteri dan kepala daerah bekerja menekan laju pertumbuhan covid-19.

"Kita ingin ini segera bergerak di lapangan karena kondisi seperti di Jakarta laporan terakhir yang saya terima angka positivity rate-nya melonjak dari 4 sampai 5 (persen), sekarang sudah 10. Tolong betul-betul dijadikan perhatian. Sekali lagi tidak perlu memberikan laporan," tegas dia.

Sebelumnya, Jokowi mengancam akan merombak kabinet bila menteri tak bekerja maksimal. Jokowi menumpahkan kemarahannya itu saat Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020.

Dalam video tersebut, Kepala Negara menyoroti laporan belanja kementerian-kementerian yang masih biasa saja. Jokowi memerintahkan anggaran yang telah dikeluarkan segera diberikan kepada masyarakat.

"Misal bidang kesehatan dianggarkan Rp75 triliun baru keluar 1,35 persen coba, uang beredar kerem di situ semua," kata Jokowi.

Dia memerintahkan uang segera dikeluarkan dengan penggunaan tepat sasaran. Jokowi menyebut pembayaran tunjangan dokter, dokter spesialis, tenaga medis, dan belanja untuk peralatan harus segera dikeluarkan.

Jokowi juga menyoroti pembagian bantuan sosial. Dia memerintahkan bantuan sosial segera dibereskan.

"Meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini extraordinary harus 100 persen," tutur dia.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar