#kemenag#haji#umrah

Jemaah Umrah Asal Indonesia Belum Dapat Kepastian Berangkat

Jemaah Umrah Asal Indonesia Belum Dapat Kepastian Berangkat
ilustrasi. Pelaksanaan ibadah haji 2021. AFP Foto


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kanwil Kemenag Lampung menyatakan hingga saat ini Indonesia masih belum bisa mengirimkan jemaah, meskipun pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali pelaksanaan ibadah umrah untuk sejumlah negara.

"Terkait masalah umrah masih belum bisa terealisasi disebabkan beberapa hal," kata Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Lampung, M Ansori F Citra saat ditemui di asrama haji, Kamis, 19 Agustus 2021.

Dia mengatakan, beberapa hal yang menjadi alasan pelaksanaan umrah belum bisa dilaksanakan bagi Indonesia termasuk Provinsi Lampung dikarenakan Indonesia masih berstatus suspend bersama sembilan negara lain.

"Kondisi Covid-19 di Tanah Air yang masih tinggi juga menjadi alasan mengapa saat ini belum bisa mengirim jamaahnya untuk umrah ke Arab Saudi," ujar dia.

Namun ia mengatakan, mengenai status vaksin Sinovac yang sempat menjadi perdebatan tak diterima oleh pihak Arab Saudi yang juga masih dianalisis oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

"Karena kan saat ini vaksin Sinovac merupakan vaksin Covid-19 yang paling banyak digunakan di Tanah Air. Berdasaekan informasi dari Kemenag Insya Allah dalam waktu dekat sudah diakui dan boleh digunakan untuk umrah sesuai dengan WHO," kata dia.

Ia menerangkan, berdasarkan informasi dari pusat, nantinya dari kapasitas bus yang hanya bisa terisi 50 persen, per kamar penginapan hanya boleh diisi dua orang, hingga asuransi tambahan sebesar 25 Saudi Arabi Riyal (SAR) untuk protokol kesehatan, selain 189 SAR yang didapatkan sebelumnya.

Pertemuan juga menegaskan apabila keberangkatan umrah dapat dilaksanakan, tidak disarankan untuk melalui negara ketiga. "Harapan kita jangan ada karantina di negara ketiga, karena belum tentu negara ketiga nerima kita, bahkan bisa jadi negara ketiga itu tingkat pandemi nya tinggi," katanya.

Jika memang jamaah umrah wajib isoman di negara ketiga artinya dana juga akan besar, maka kita masih mengharapkan. "Jika memang harus karantina cukup karantina di Indonesia sendiri sehingga hanya satu pintu misal  berangkat di Soekarni Hatta, sehingga di Jakarta isomannya," kata dia.

Ia melanjutkan, bisa juga opsi lainnya isomannya di Arab Saudi jadi tidak ke negara ketiga lagi. "Karena izin tinggal di negara ketiga juga masih cukup sulit. Intinya hal inilah yang masih kita bicarakan, sambil menunggu dan berharap Covid-19 melandai," tutup dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait