#ibadah#salatjumat#masjidnursiahdaudpaloh

Jemaah Membeludak, Masjid Nursiah Daud Paloh Gelar Salat Jumat 2 Gelombang

( kata)
Jemaah Membeludak, Masjid Nursiah Daud Paloh Gelar Salat Jumat 2 Gelombang
Salat jumat di Masjid Nursiah Daud Paloh. Syarifuddin/DKM NDP

Jakarta (Lampost.co) -- Memasuki Jumat ketiga pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi menuju new normal (kenormalan baru) di DKI Jakarta, jemaah Masjid Nursiah Daud Paloh, Kedoya, Jakarta Barat, semakin membeludak. Hal ini terjadi setelah masjid di lingkungan Media Group membuka diri untuk jemaah dari luar.

Jemaah baik dari karyawan Media Group (Media Indonesia, Metro TV, Medcom.id, Lampung Post, IDM, Indocater, dan Media Academy) dan luar diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, pengecekan suhu, jarak saf, membawa sajadah, berwudu dari tempat kerja/rumah, dan sebagainya.

Jemaah salat jumat gelombang kedua yang menunggu disediakan tempat yang nyaman di lantai satu area parkir kendaraan bermotor sehingga jemaah tidak perlu bergerombol di sekitar masjid.

Dalam khotbah pada salat jumat sif kedua, Khatib Ade Alawi yang juga ketua DKM Nursiah Daud Paloh mengajak jemaah menyikapi secara positif wabah pandemi Covid-19. "Tak ada yang bisa memastikan kapan wabah pandemi korona berakhir meskipun seorang epidemolog/pakar kesehatan masyarakat. Hanya Allah swt yang mengetahui," kata Ade Alawi, Jumat, 19 Juni 2020.

Ade mengatakan perkembangan covid-19 memasuki era kenormalan baru kurang menggembirakan. Pasalnya, jumlah orang yang terpapar covid-19 di Tanah Air semakin bertambah. Bahkan, kata dia, di DKI Jakarta muncul klaster pasar tradisional.

Menurut Ade, ada tiga sikap positif menghadapi covid-19. Pertama, mengokohkan kesabaran, kedua, membangun solidaritas, dan ketiga optimistis. "Kita harus optimistis musibah ini akan berlalu. Namun, tentu saja kita harus berusaha untuk bersama-sama memutus mata rantai penularan covid-19. Caranya dengan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah," ujar Ade yang juga Head of News Research Center Media Group.

Dengan mengutip Surat Ar-Ra’d Ayat 11, Ade mengatakan Allah swt tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum tersebut mengubah nasibnya. "Artinya, kita jangan fatalitis. Namun, wajib berusaha. Jangan diam berpangku tangan atau berdoa saja tanpa berikhtiar," ujarnya.

Sebelumnya, khatib salat jumat gelombang pertama Ustaz Mukri mengingatkan pentingnya ketakwaan pada masa pandemi covid-19. Jemaah salat jumat gelombang I diikuti 400 orang, sementara jumlah jemaah gelombang kedua 75 orang.

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar