#Kemenag#Haji

Jemaah Haji Diminta tak Pakai Perhiasan Berlebihan

Jemaah Haji Diminta tak Pakai Perhiasan Berlebihan
PPIH Pusat, Syarif Rahman. Lampost.co/Sobih


Jakarta (Lampost.co) -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mewanti-wanti agar Jemaah Calon Haji (JCH) Indonesia tidak memakai perhiasan, dan membawa uang berlebih saat melakukan aktivitas ibadah di Tanah Suci.


PPIH Pusat, Syarif Rahman menegaskan, imbauan itu berlaku baik saat berkegiatan di Makkah maupun Madinah.

"Perhiasan dan uang itu akan lebih aman saat dititipkan ke petugas di pos akomodasi masing-masing," ujar dia, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat, 17 Juni 2022.

Syarif menyebutkan, pemakaian perhiasan berlebih akan memancing para pelaku kriminal yang biasa beraksi dengan menyasar korban jemaah haji asal Indonesia.

"Setidaknya, di Masjid Nabawi itu ada orang-orang yang cenderung memeras dengan modus sedekah. Dia memaksa dengan nominal yang besar. Jika kita memberi satu orang, maka yang lainnya muncul dan ikut meminta uang," ungkap Syarif.

Dia menjelaskan, para pelaku juga memanfaatkan karakter JCH Indonesia yang dikenal dermawan dan rajin bersedekah. Bentuk pemaksaan itu bahkan sudah dikategorikan sebagai kriminal umum.

"Kita harus tutup peluang kejahatan tersebut," tegas dia.

Syarif meminta JCH untuk konsenstrasi dalam beribadah dengan tanpa disertai niat lainnya, seperti narsisme di tempat-tempat suci dengan berswafoto maupun memamerkan status sosial di daerah asal.

"Kami juga meminta keluarga JCH di Indonesia untuk mengingatkan ketentuan dan imbauan tersebut kepada kerabatnya yang sedang berhaji," pungkas Syarif.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait