#isbat#beritalampung#idulfitri

Jelang Sidang Isbat, Cuaca Mendung

Jelang Sidang Isbat, Cuaca Mendung
Ilustrasi melihat hilal penentu 1 Syawal 1440 h.. (Dok.Lampost.co)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) akan menggelar sidang isbat (penetapan) Idulfitri 1440H. Sidang isbat awal 1 Syawal 1440H/ 2019M ini akan digelar pada Senin, 3 Juni 2019 di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jl. MH. Thamrin No. 6, Jakarta. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan memimpin langsung sidang isbat.


Mengutip halaman resmi Sekretariat Kabinet www.setkab.go.id, Sidang Isbat akan dihadiri para Duta Besar Negara sahabat, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama; dan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama.

Sidang Isbat diawali dengan pemaparan secara terbuka mengenai posisi hilal berdasarkan data hisab oleh pakar astronomi. Pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang dilakukan pada 105 titik lokasi di seluruh Indonesia. Laporan itu akan dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat untuk Penetapan Pemerintah tentang Idul Fitri 1 Syawal 1440H/2019M. 
Untuk di Lampung lokasi rukyatul hilal awal Syawal dilakukan di POB Bukit Gelumpai Pantai Canti Kalianda Kabupaten Lampung Selatan dan Pantai Labuhan Jukung, Pekon Kampung Jawa Kabupaten Pesisir Barat.

"Untuk di Lampung akan dikoordinatori oleh Kemenag untuk pemantauan Rukyatul Hilal atau Pemantauan Hilal yang melibatkan organisasi keagamaan di masyarakat, perguruan tinggi dan stakeholder terkait," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, Khairuddin Tahmid kepada Lampost.co, Minggu (2/6/2019).
Ia mengatakan untuk prediksi rukyatul hilal, ketinggian bulannya masih di bawah ufuk. Maka kemungkinan besar tidak bisa melihat bulan. Sehingga dalam rumus agama melalui ilmu falak, apabila bulan belum terlihat maka puasanya digenapkan selama 30 hari. Meskipun sidang isbat dilakukan pada tanggal 3 juni 2019, karena kemungkinan bulan tidak terlihat namun penetapan hari raya Idulfitri pada 5 Juni 2019.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menunggu pengumuman resminya dari Kementerian Agama.
"Ketinggian hilalnya atau bulannya masih belum memungkinkan. Kalau ia dibawah ufuk maka tidak bisa dilihat. Tapi kalau sudah berada di atas 3 derajat atau 5 derajat, kemungkinan bisa dilihat. Ini bulannya belum wujud atau belum terlihat," kata akademisi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung ini.

Sementara itu Kepala Subbag Informasi dan Hubungan Masyarakat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Istutiningsih mengatakan bahwa kemungkinan pihaknya tidak bisa melihat hilal karena letak hilal atau bulan masih berada di bawah 0 derajat. Selain sulit untuk melihatknya, cuaca di Lampung juga sedang hujan dan mendung.

EDITOR

Triyadi Isworo


loading...



Komentar


Berita Terkait