#ramadan#tradisi#tokoh

Jelang Ramadan, Makam Kiai Ghalib Pringsewu Ramai Dikunjungi Peziarah

Jelang Ramadan, Makam Kiai Ghalib Pringsewu Ramai Dikunjungi Peziarah
Suasana kompleks makam KH Ghalib di Pringsewu ramai dikunjungi peziarah jelang sepekan Ramadan, Minggu, 27 Maret 2022. Lampost.co/Widodo


Pringsewu (Lampost.co) -- Kompleks pemakaman KH Ghalib di Pringsewu mulai ramai dikunjungi peziarah jelang bulan suci Ramadan 1443 H/2022. Tidak cuma dari Pringsewu, peziarah juga datang dari luar kota. 

Juru kunci makam KH Ghalib, Samsul menceritakan, peziarah sudah mulai datang sejak bulan Syakban. Kebanyakan peziarah merupakan santri dari beberapa pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Pringsewu. 

"Setiap hari sudah banyak peziarah yang datang, bahkan sekarang banyak juga dari luar Pringsewu," katanya, Minggu, 27 Maret 2022.

Baca: Mengenal Blangikhan, Tradisi Warga Lampung Jelang Ramadan

 

Pantauan Lampost.co, ramainya pengunjung memberikan manfaat bagi warga sekitar yang menjajakan dagangannya di sekitar kompleks makam. Selain itu, banyak pula penjaja kembang untuk keperluan ziarah dengan harga jual Rp5.000/kantung. 

KH Ghalib merupakan santri dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari dan Syaikhona Kholil Bangkalan. Kiai Ghalib lahir pada 1899 dari pasangan Kiai Rohani bin Nursihan dan Nyai Muksiti. 

Perjuangan dakwah KH Ghalib di Pringsewu diawali tinggal di Pagelaran. Selanjutnya, ia membeli tanah di Desa Fajarisuk, Kecamatan Pringsewu. Namun, keberadaannya diusik Belanda sehingga berpindah ke Desa Bambu Seribu yang kini dikenal dengan nama Pringsewu. 

KH Ghalib mulai berdakwah dengan membangun masjid pada 1928 yang merupakan masjid pertama di Pringsewu.

Kiai Ghalib wafat pada 6 November 1949. Berkat jasa-jasanya, almarhum mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sebagai pahlawan pada 1992. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait