#haji#umrah#kemenag

JCH Berharap Sembuh Jelang Puncak Haji

JCH Berharap Sembuh Jelang Puncak Haji
Petugas kesehatan menjelaskan aturan minum obat yang diberikan tim dokter di KKHI, Rabu, 29 Juni 2022. (Foto: Lampost.co/Sobih AW Adnan)


Makkah (Lampost.co) -- Sutiah (57), tampak mengelus-elus tangan kanannya berulang kali. Dari atas kursi roda, ia semacam sedang memasang pendengaran dengan begitu saksama. Ia mengaku khawatir namanya terlewat saat disebutkan satu-satu oleh petugas untuk segera memasuki ruang pemeriksaan. 

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah ramai dikunjungi jemaah calon haji (JCH) Indonesia. Sebagian dari mereka hendak memeriksakan diri setelah terserang batuk dan pilek akibat cuaca panas yang menyelimuti Tanah Suci dengan suhu rata-rata 38 sampai 44 derajat celcius. Bahkan khusus di Madinah, suhu udara bisa mencapai 50 derajat celcius. Sementara yang lainnya mengaku sedang melakukan kontrol atas penyakit yang telah diderita sejak sebelum keberangkatan haji. 

"Tangan saya kembali bengkak. Saya memang menderita gejala kanker payudara dan baru menjalani operasi lima bulan lalu," kata Sutiah, jemaah asal Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat ditemui di Kantor KKHI Makkah, Rabu, 29 Juni 2022. 

Sutiah menceritakan, penyakit yang dideritanya sempat membaik, bahkan dinyatakan lolos uji kesehatan sebagai JCH Indonesia. 

"Saya baru satu kali ke KKHI. Semoga dengan keberkahan Tanah Suci, saya diberikan kesembuhan total oleh Allah Swt," harapnya. 

Jemaah lainnya, Muawanah (59), asal Kabupaten Kendal, Jawa Tengah turut dalam antrean guna memeriksa perkembangan penyakit kencing manis yang diidapnya. 

"Telapak kakinya terluka. Sebelum ke sini (Tanah Suci) memang sudah ada, tetapi sedikit," kata suami Muawanah, Subhi Alwi (62).

Baca juga: Jamaah Haji Lampung Masuk Asrama Mulai 5 Juni

Ia mengatakan, pemeriksaan di KKHI hari ini merupakan kali kedua sekaligus mengambil hasil rontgen yang sudah diproses sebelumnya. 

"Ini juga dalam rangka meneruskan kontrol yang biasa dilakukan selama di rumah. Semoga dikaruniai kesembuhan berkat berhaji," kata dia. 

Didominasi kardiovasculer 

Sementara Kepala Pusat Kesehatan (Puskes) Haji, Budi Sylvana menyebut, setiap hari setidaknya ada 100 jemaah yang memeriksakan diri ke KKHI. 

"Awalnya kita prediksi banyak yang menderita penyakit sejenis gangguan paru-paru karena kita berhaji di masa pandemi. Tapi ternyata meleset, sekarang justru dipenuhi kasus-kasus kardiovasculer, seperti penyakit jantung dan hipertensi," kata Budi. 

"Bahkan dari data 14 jemaah yang meninggal, 13 di antaranya terkait kardiovasculer," sambung dia. 

Persiapan Armuzna

Kepala Seksi Kesehatan Daker Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Imran Saleh menjabarkan, sudah ada 731 kasus yang ditangani KKHI Makkah. Sebanyak 531 merupakan pasien rawat jalan dan 200 lainnya rawat inap. 

"Sampai saat ini yang masih rawat inap sebanyak 67 orang. Paling banyak penyakit jantung," kata dia. 

Menghadapi prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), KKHI telah menyiapkan satu klinik utama di tenda misi haji, dan empat klinik satelit yang tersebar di setiap maktab di Arafah. 

"Di Muzdalifah ada 10 pos yang ditempatkan di masing-masing titik keluar setiap maktab  Sedangkan di Mina ada satu klinik utama di depan terowongan Muassim, serta 10 titik Emmergency Mobile Team (EMT) dan Tim Promosi Kesehatan (Promkes)," ungkap Imran. 

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait