#viruscorona#wabahcorona#beritalampura

Jasa Hiburan Organ Tunggal di Lampura Terdampak Korona

( kata)
Jasa Hiburan Organ Tunggal di Lampura Terdampak Korona
Pentas organ tunggal Dian Musik, milik Heri, warga Desa Kemalo Abung, Kecamatan Abung Selatan, sebelum wabah korona. Foto: Dok

Kotabumi (Lampost.co): Pemilik jasa atau sewa hiburan organ tunggal di Lampung Utara (Lampura) mengaku merasakan dampak wabah virus korona (covid-19). Wabah itu membuat penurunan omzet sewa mereka.

Heri, pemilik organ tunggal Dian Musik dari Desa Kemalo Abung, Kecamatan Abung Selatan mengungkapkan sebelum merebaknya korona, usaha jasa penyewaan organ tunggal yang dia geluti selama 15 tahun terakhir, rata-rata dalam sebulan disewa sebanyak 17--20 kali pentas dengan nilai nominal sekali pentas bervariasi antara Rp3 juta - Rp5 juta. Organ tunggal miliknya biasa disewa untuk memeriahkan hajatan seperti pernikaha, khitanan, dan lainnya.

Heri mengatakan penghasilan sekali pentas itu merupakan hasil kotor karena belum di potong jasa angkut, upah penyanyi, dan pemain organ. "Kalau dengan nominal Rp3 juta sekali pentas, maka penghasilan kotor yang di dapat sebulan berkisar Rp51 juta - Rp60 juta," ujarnya. 

Sejak merebak korona,kata dia, omzetnya di Maret 2020 ini terjun bebas. Dari 17 kali pentas, kini hanya 3 kali pentas saja yang dia dapat dalam sebulan.

"Dari awal Maret 2020 sampai akhir Maret 2020 saya hanya mendapat job untuk pentas, sebanyak 3 kali pementasan saja. Kondisi ini kalau berlangsung lama, usaha kami bisa bangkrut," kata dia. 

Dia mengaku pasrah, namun juga harus memutar otak agar dapur bisa terus ngebul dan tenaga kerjanya juga bisa menghidupi keluarganya masing-masing.

"Disatu sisi, saya hanya pasrah. Apalagi sudah ada imbauan dari pemerintah untuk menunda melakukan perkumpulan atau acara yang melibatkan orang banyak selama wabah korona," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar