#beritalampung#beritabandarlampung#humaniora#kemiskinan

Jaring Pengaman Sosial Dibutuhkan Masyarakat Miskin Ekstrem

Jaring Pengaman Sosial Dibutuhkan Masyarakat Miskin Ekstrem
Ilustrasi. Foto: Media Indonesia


Bandar Lampung (Lampost.co): Pengamat Ekonomi Universitas Lampung Asrian Hendicaya menilai jika program jaring pengaman sosial dapat meredam kesulitan dan dapat menumbuhkan pergerakan ekonomi di daerah setempat, apalagi jika program dapat tersalurkan untuk masyarakat miskin ekstrem.

"Meskipun kecukupan tidak hanya dilihat dari eberapa besar dana tapi juga untuk kegiatan apa saja" kata Asrian saat dihubungi, Kamis, 6 Oktober 2022.

Menurutnya, inflasi dampaknya kompleks. Misalnya bagi konsumen akan menurunkan daya beli sehingga kesejahteraan turun.

"Untuk membantu mereka maka harus ada kompensasi biaya guna menutup ketidaksiapan seperti pangan beras, lauk, minyak goreng, sektor energi listrik, gas, sektor transportasi BBM, dan ongkos," ujar dia.

Sementara untuk kompensasi terhadap menurunnya pendapatan pada pelaku usaha lebih kompleks lagi. "Ada kompensasi terhadap kenaikan biaya input dan operasional seperti ongkos angkut, bahan baku, dan berkurangnya penjualan," ujar dia.

Dia mengatakan berkurangnya daya beli tersebut akan berdampak pada pengurangan permintaan yang berakibat banyak usaha akan sepi pendapatan.

"Akibatnya pendapatan penjual berkurang, yang harus juga dikompensasi agar daya belinya tidak turun karena pendapatan dan karena kenaikan harga," katanya.

Menurutnya, solusi kenaikan harga BBM tidak semua selesai dengan dana dan kegiatan yang ada. "Karena harus ada kebijakan dan regulasi yang meringankan beban biaya usaha melalui ketersediaan barang dan jasa," katanya.

Sehingga menurutnya fokus pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat miskin ekstrem dibutuhkan saat ini. "Karena memang masyarakat atau yang masuk kedalam DTKS harus menjadi perhatian," tutup dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait