#tajuklampungpost#bencana-alam#banjir-bandang

Jangan Abai Bencana Alam

( kata)
Jangan Abai Bencana Alam
dok Lampost.co

SEJUMLAH musibah bencana alam melanda di berbagai wilayah Lampung di tengah ancaman virus corona atau covid-19 yang sedang mewabah. Bencana alam itu memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat karena menimbulkan kerusakan dan kerugian harta benda. Bencana alam itu juga menimbulkan duka mendalam karena merenggut korban jiwa.

Seperti bencana banjir bandang yang melanda Kelurahan Sukamaju dan Keteguhan, Kecamatan Telukbetung Timur, Bandar Lampung, Senin (30/3). Ratusan rumah warga rusak dan ribuan lainnya terdampak akibat sapuan banjir bandang itu. Selain kerugian harta benda, banjir bandang tersebut juga menelan tiga korban jiwa.

Pada hari yang sama, bencana banjir juga melanda wilayah Pasar Ambon, Telukbetung Selatan, yang merendam rumah di 17 RT. Lokasi terdampak banjir berada di dua kelurahan. Selain itu, pohon tumbang juga merusak sejumlah rumah penduduk di Telukbetung Selatan.

Di wilayah lain, sebanyak tiga Pekon di Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, mengalami bencana banjir setelah diguyur hujan deras pada Senin (30/3) malam. Tidak hanya mengakibatkan luapan sungai, tingginya intensitas hujan juga memicu bencana longsor di tiga titik di kecamatan setempat.

Tidak hanya itu, sejumlah bencana juga melanda daerah lain di Lampung. Di Lampung Selatan, puluhan rumah warga di Kecamatan Sidomulyo dan Kalianda rusak akibat sapuan puting beliung, Senin (30/3), sekitar pukul 17.30. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa puting beliung itu, tetapi kerugian materi dirasakan bagi warga yang terkena dampak.

Di Kabupaten Pesawaran, bencana longsor juga terjadi di perbukitan daerah Pematangliang, Desa Dantar, Kecamatan Padangcermin. Akibat longsor tersebut, akses jalan di wilayah setempat terputus dan lumpuh total.

BMKG Lampung memperkirakan hujan lebat akan mengguyur wilayah Lampung dalam beberapa hari ke depan. Potensi hujan terjadi dilihat dari dinamika atmosfer yang terjadi. Pada dinamika itu terjadi belokan angin dan perlambatan massa udara berpotensi hujan yang memasuki wilayah Lampung. Ini bisa saja menjadi ancaman bagi daerah rawan bencana, seperti tanah longsor, banjir, dan angin kencang.

Dalam situasi wabah virus corona ini seharusnya perhatian pemerintah tidak hanya tertuju kepada penanganan wabah virus corona. Namun, kesiapsiagaan dan tanggap darurat terhadap bencana alam jangan sampai luput dari perhatian.

Provinsi Lampung memiliki keadaan geografis dan tingkat kerawanan bencana alam yang bermacam-macam. Seharusnya pemerintah dan juga masyarakat bisa melihat spot-spot yang rawan bencana. Hal itu diperlukan penguatan dan menjadi prioritas kewaspadaan dalam mitigasi bencana alam.

Di tengah ketakutan ancaman wabah virus corona, pemerintah dan masyarakat jangan sampai lengah dengan ancaman bencana alam yang justru mengintai dan bisa terjadi kapan saja. Masyarakat harus tetap tenang dan jangan panik menyikapi wabah corona yang terjadi saat ini. Masyarakat harus taat dan jangan menyepelekan imbauan dan petunjuk pemerintah dalam menghadapi bencana wabah virus corona.

Semoga para korban bencana alam di Lampung diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah yang diberikan Sang Maha Pencipta, terus berdoa agar wabah virus corona ini segera berakhir.

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar