#perusakanpospolisi#demo#unjukrasa#omnibuslaw#uuciptaker

Jalani Sidang, Perusak Pos Polisi Saat Demo UU Ciptaker Didakwa Pasal 170

( kata)
Jalani Sidang, Perusak Pos Polisi Saat Demo UU Ciptaker Didakwa Pasal 170
Penasehat hukum terdakwa, Akhmad Kurniadi, Dahlan, dan Rifki dari pos bantuan hukum PBH Peradi pada PN Tanjungkarang. Lampost.co/Febi Herumanika


Bandar Lampung (Lampost.co): Satu terdakwa yang ikut dalam aksi unjuk rasa dan melakukan perusakan sejumlah pos polisi pada 7 Oktober 2020, disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin, 26 Oktober 2020. Terdakwa atas nama RNC (17) siswa SMA swasta di Bandar Lampung, warga Bumiwaras, Bandar Lampung.

Terdakwa didalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Puji Rahayu, meyebutkan bahwa perbuatan anak sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP.

Perbuatan terdakwa, lanjut Jaksa, berawal pada Rabu, 7 Oktober 2020 sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu terdakwa bersama saksi Raska (disidangkan secara terpisah) mengikuti aksi unjuk rasa di kantor DPRD Propinsi Lampung.

Lalu sekitar pukul 18.00 WIB, terdakwa bersama saksi Raksa yang berada di Jalan Talang, Telukbetung, Bandar Lampung untuk mengantarkan saksi Raksa ke rumahnya ganti baju. Kemudian keduanya keluar kembali dari rumah mengenakan kendaraan roda dua jenis Yamaha Mio J BE-5032-YZ milik saksi Raksa Aditya.

"Keduanya menuju lampu merah didekat rumah makan Begadang Resto, Telukbetung Bandar Lampung, dan sesampainya di lampu merah tersebut keduanya bertemu dengan rombongan yang ikut unjuk rasa yang anak tidak kenal dan dari rombongan tersebut," kata Jaksa.

Rombongan tersebut berkata kepada keduanya "woh gabung sini, biar rame". Lalu keduanya bergabung dengan rombongan dan berkata "mau kemana bang? Dan dijawab "ikut ikut aja".

Keduanya pun ikut dengan rombongan dan berkeliling secara beriringan dengan menggunakan sepeda motor menuju Tugu Adipura. "Ketika sampai di Tugu Adipura anak melihat ada beberapa rombongan orang yang sedang merusak pos polisi yang ada didekat Tugu Adipura," kata Jaksa.

Kemudian keduanya bersama rombongan menuju Jalan Gajah Mada, Bandar Lampung, dan ketika itu keduanya bersama rombongan sampai dibawah fly over Gajah Mada dekat Pasar Tugu bersama rombongan melihat pos polisi dan tidak ada yang menjaga.

"Terdakwa dan rekannya bersama rombongan langsung merusak pos polisi tersebut dengan cara melempari dengan batu pintu dan jendela kaca pos tersebut. Ada juga yang memukul dengan menggunakan kayu sedangkan anak bersama saksi Raksa ikut melempar dengan menggunakan batu sebanyak 2 kali sehingga kaca pintu dan kaca jendela pos polisi tersebut pecah," kata Jaksa.

 Kemudian setelah selesai merusak pos polisi tersebut, keduanya bersama rombongan pergi menuju Mal Boemi Kedaton Bandar Lampung. Sesampai di Mal Boemi Kedaton, rombongan yang anak tidak kenal kembali merusak pos polisi yang berada di depan Mal Boemi Kedaton.

"Setelah selesai rombongan menuju pos polisi Bambu Kuning, Bandar Lampung dan sesampainya di pos polisi Bambu Kunig 4 orang dari rombongan tersebut merusak pos polisi Bambu Kuning," kata Jaksa.

Setelah melakukan pengerusakan di pos polisi Bambu Kuning terdakwa anak dan saksi Raksa ditangkap oleh anggota kepolisian sedangkan rombongan yang anak tidak kenal tersebut pergi meninggalkan tempat. Bahwa akibat perbuatan anak tersebut Pos Polisi Pasar Tugu mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp1,5 juta.

Penasehat hukum terdakwa, Akhmad Kurniadi, Dahlan, dan Rifki dari pos bantuan hukum PBH Peradi pada PN Tanjungkarang berharap kepada jaksa dan majelis hakim mempertimbangkan perkara ini dengan seadil-adilanya mengingat terdakwa masih anak dibawah umur dan terdakwa juga masih berstatus sebagai pelajar.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait