#INFRASTRUKTUR#BERITALAMPUNGSELATAN

Jalan Simpanggayam-Simpanglima Lamsel Rusak Lagi

Jalan Simpanggayam-Simpanglima Lamsel Rusak Lagi
Sejumlah pengendara yang melintas mengeluhkan kerusakan jalan yang menghubungkan jalinsum Simpanggayam, kecamatan Penengahan -  jalinpantim di Simpanglima kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost.co) -- Pengguna jalan raya yang menghubungkan jalinsum Simpanggayam, Kecamatan Penengahan -  jalinpantim di Simpanglima Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mengeluhkan kerusakan jalan sepanjang 10 kilometer tersebut. Padahal, jalan provinsi itu belum genap setahun diperbaiki. Selain truk bertonase berat, warga juga prihatin kerap terjadi kecelakaan di jalan yang penuh genangan seperti kubangan kerbau itu.  

Berdasar pantauan di lapangan, perbaikan tambal sulam sepanjang sekitar 10 kilometer pada akhir 2020 itu mulai rusak parah. Kerusakan terparah terdapat di Dusun Trans Cilacap, Desa Karangsari dan Dusun Siringdalam, Desa Sripendowo, kecamatan Ketapang. Hampir di seluruh titik ruas jalan terdapat lubang penuh genangan air. Bahkan, badan jalan sudah mulai pecah dan terkelupas. 

Kadek (35), warga Dusun Siringdalam, Desa Sripendowo mengatakan, kerusakan ruas jalan tersebut diduga karena buruknya kualitas saat pengerjaan perbaikan pada akhir 2020.

“Masak belum satu tahun jalan sudah rusak, miris kan. Apalagi kalau sudah satu atau dua tahun, pasti rusaknya tambah parah lagi,” ujarnya, Selasa, 14 September 2021.

Baca juga: Jalan Rusak di Rulungmulya Belum Diperbaiki

Kekecewaan terhadap mutu dan kualitas pembangunan jalan tersebut juga diungkapkan oleh Mulyono (48), Warga Dusun Ternas Cilacap, Desa Karangsari, kecamatan Ketapang. Sebagai pengguna jalan yang menghubungkan kecamatan Ketapang dan kecamatan Penengahan, Mulyono merasa kecewa terhadap pembangunan yang terkesan asal-asalan ini.

“Perbaikan jalan ini sekitar sebelas bulan yang lalu dan saya sering lewat sini. Namun  sekarang sudah rusak lagi seperti ini,” keluh Mulyono. 

Menurutnya, warga setempat juga tidak mengetahui perbaikan jalan tersebut dilakukan oleh siapa. Pasalnya dari awal pekerjaan hingga selesai tidak terdapat papan nama pekerjaan.

“Nggak tahu siapa yang mengerjakan proyek ini, kami warga di sini juga tidak tahu persis berapa nilai pekerjaannya. Sebenarnya kami juga kurang nyaman dengan buruknya prasarana jalan itu. Jalan sekelas jalan provinsi tetapi tidak ada gorong-gorong dan drainase air," pungkasnya. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait