kecelakaanlakalantas

Jalan Sempit dan Badan Jalan Tinggi Pemicu Kecelakaan di Poros Sragi

( kata)
Jalan Sempit dan Badan Jalan Tinggi Pemicu Kecelakaan di Poros Sragi
Pengendara sepeda motor melintasi ruas jalan poros Kecamatan Sragi, Lamsel, tepat di Desa Baktirasa, Jumat (23/10/2020). Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Sempitnya kondisi jalan dan tingginya badan jalan menjadi salah satu pemicu kerap terjadinya kecelakaan di jalan poros Kecamatan Sragi, Lampung Selatan. Setidaknya, dalam kurun waktu dua tahun terakhir telah terjadi tiga kali kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda empat di ruas jalan poros tersebut.

Meski tidak pernah menimbulkan korban jiwa, namun kecelakaan lalu lintas yang terjadi di ruas itu menyebabkan sejumlah kendaraan roda empat tergelincir hingga masuk ke areal persawahan.

Terakhir, kecelakaan melibatkan kendaraan patwal Bupati Lamsel hingga menabrak dua sepeda motor yang melintas. Beruntung tidak ada korban, hanya tiga pengendara sepeda motor alami luka parah dan dua anggota Satpol-PP alami luka ringan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Baktirasa, Iis Wahyudi mengatakan ruas jalan poros Desa Baktirasa diakui kerap terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda empat. Hal ini dikarenakan kondisi jalan yang sempit dan badan jalan cukup tinggi. Padahal, ruas tersebut banyak dilintasi kendaraan roda empat dan dua.

"Sering terjadi kecelakaan di Jalan Poros Desa Baktirasa. Bahkan, dalam dua tahun ini sudah ada tiga mobil tergelincir ke sawah. Satu minggu yang lalu juga ada sepeda motor yang tabrakan karena rebutan jalan," kata dia, Jumat, 23 Oktober 2020.

Iis mengatakan kecelakaan yang kerap terjadi bukan hanya disebabkan kelalaian pengemudi kendaraan, namun juga disebabkan kondisi jalan yang sempit dengan kelebaran sekitar 3 meter. Bahkan, ketika dua kendaraan mobil berpapasan, salah satunya harus mengalah turun ke bahu jalan.

"Tepat di areal persawahan Dusun Fajarbakti sekitar 500 meter kondisi badan jalan cukup tinggi mencapai 15 centimeter dibahu jalan. Sehingga, ketika papasan salah satu mobil sulit untuk naik ke badan jalan. Maka tak jarang kendaraan mobil yang melintas hilang kendali," kata dia.

Hal senada diungkapkan, Wawan Harmoko, salah satu tokoh pemuda Desa Baktirasa mengatakan masyarakat kerap melakukan penimbunan tanah cadas pada bahu jalan secara swadaya. Namun, timbunan itu tidak bertahan lama hingga terkikis kembali.

"Masyarakat disini sering menimbun bahu jalan. Karena masyarakat tahu dengan kondisi badan jalan cukup tinggi akan membahayakan pengendara yang melintas," kata dia.

Dia berharap kondisi jalan tersebut bisa menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan pelebaran bahu jalan. Apalagi jalan poros Sragi kerap dilintasi kendaraan besar.

"Kalau truk padi, pasti enggak mau turun ke bahu jalan lantaran takut terguling. Harapan masyarakat jalan ini bisa dilebarkan setidaknya ditambah bahu jalan,” katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait