#asusila#penganiayaan

Jaksa Ungkap Kronologi Penganiayaan dan Percobaan Pemerkosaan Ibu Kandung di Lamtim

Jaksa Ungkap Kronologi Penganiayaan dan Percobaan Pemerkosaan Ibu Kandung di Lamtim
Pengadilan Negeri (PN) Sukadana menggelar sidang perdana kasus penganiayaan dan upaya pemerkosaan terhadap ibu kandung, Kamis, 27 Januari 2022. Istimewa


Sukadana (Lampost.co) – Pengadilan Negeri (PN) Sukadana menggelar sidang perdana kasus penganiayaan dan upaya pemerkosaan terhadap ibu kandung, Kamis, 27 Januari 2022. Terdakwa yakni TS (25) yang tak lain anak kandung korban, MS (46).

 

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Lamtim itu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Agus Safuan Amijaya. Sementara Tim JPU terdiri dari Ariana Juliastuty, Meryon, M.A. Qadri, dan Gilar.

Dalam sidang JPU mendakwa TS melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga dan berupaya memperkosa ibu kandungnya sendiri, pada Minggu, 7 November 2021, sekitar pukul 02.00 WIB, di rumah korbannya di wilayah Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur.

JPU membeberkan dalam sidang, sebelum melakukan aksi bejatnya TS sempat menganiaya korban MS yang merupakan ibu kandungnya sendiri dengan menjambak rambut korban hingga terjatuh, kemudian tersangka juga memukul bagian rusuk korban.

Tak berhenti sampai disitu, TS juga membenturkan kepala korban ke pintu lalu kembali menjambak rambut dan menyeret korban ke dalam kamar. Di dalam kamar tersebut pipi korban kembali ditampar hingga terjatuh di kasur.

Saat korban terjatuh di kasur, tersangka lalu menelanjangi korban dan berusaha merudapaksa  korban yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri.

Beruntung sebelum perbuatan keji itu terjadi, teriakan korban didengar oleh tetangga yang kemudian berdatangan dan langsung mengetuk pintu rumah korban.

Karena mendengar ada suara yang mengetuk pintu, korban memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelamatkan dirinya dan meminta pertolongan warga. Sementara tersangka TS yang sempat kabur lewat pintu belakang akhirnya dapat diringkus polisi.

Berdasarkan hal itu, pada sidang perdana tersebut tersangka TS didakwa Tim JPU Kejari Lamtim empat pasal berlapis  yaitu Pasal 44 Ayat (1) primair pasal 46 juncto Pasal 8 huruf a, UU RI No.23 tahun 2004, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Kemudian subsidair Pasal 46, juncto pasal 8 huruf a, UU RI No. 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, juncto Pasal 53 ayat (1) KUHP. Atau ketiga pasal 289 KUHP.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait