#korupsi#sekolah

Jaksa Sebut Siap Hadapi Kasasi Terdakwa Korupsi SMPN 10 Metro

Jaksa Sebut Siap Hadapi Kasasi Terdakwa Korupsi SMPN 10 Metro
Mantan Kepala SMPN 10 Metro saat digiring petugas Kejari Kota Metro menuju mobil tahanan pada Kamis, 3 Juni 2021. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro mengaku siap menghadapi permohonan kasasi terdakwa korupsi SMPN 10 Metro, Abdul Basit. Ia mengajukan kasasi atas vonis tingkat banding.

"Sudah dapat informasinya, kami siap," ujar Kasi Intel Kejari Metro, Rio Halim, Minggu, 9 Januari 2022. 

Pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) selaku termohon juga siap menyusun dan memaparkan kontra memori banding untuk melawan argumentasi hukum dari pemohon.

"Kami juga siapkan kasasi (kontra memori). Karena vonis banding kan juga bentuknya menguatkan putusan tingkat pertama, memang materi kasasinya (Pemohon lebih ke uang pengganti)," paparnya.

Karena masih ada upaya hukum, Kejari Bandar Lampung baru bisa melaksanakan eksekusi terhadap satu terpidana, yakni Supardi.

Baca: Terdakwa Korupsi SMPN 10 Metro Ajukan Kasasi

 

Sebelumnya diberitakan, kasasi Abdul Basit diajukan pada Kamis, 6 Januari 2022. 

Awalnya, dua terdakwa korupsi rehab SMPN 10 Metro divonis ringan Majelis Hakim, PN Tipikor Tanjungkarang pada Rabu, 17 November 2021. Mereka adalah Supardi (54) mantan Kepala Sekolah, dan Abdul Basit (48) guru SMPN tersebut.

Keduanya divonis satu tahun delapan bulan penjara serta denda Rp50 juta subsider dua bulan penjara. Selain itu, keduanya juga dijatuhi pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar Rp223.412.454.00.

Atas putusan tersebut, JPU pun mengajukan banding. Putusan banding keluar pada Selasa, 21 Desember 2021. Hasilnya, pidana tambahan berupa kekurangan uang pengganti yang harus dibayar terdakwa.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait