#kasusbankbali#jaksapinangki

Jaksa Pinangki Diduga Terima Gratifikasi USD10 Juta

Jaksa Pinangki Diduga Terima Gratifikasi USD10 Juta
Djoko Tjandra (rompi oranye) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma.Media Indonesia/Fransisco Carolio.


Jakarta (Lampost.co) -- Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menyerahkan bukti dugaan pelangggaran etik dan gratifikasi Jaksa Pinangki Sirna Malasari dari Djoko Tjandra ke Komisi Kejaksaan (Komjak). Jaksa Pinangki diduga menerima hadiah atau janji mencapai USD10 juta.

"Jaksa Pinangki diduga menerima sebuah janji kalau berhasil nanti akan diberikan suatu imbalan yang besar, nilainya bahkan sekitar USD10 juta," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Kantor Komisi Kejaksaan, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Agustus 2020.

Boyamin mengatakan janji tersebut diberikan kepada Jaksa Pinangki jika berhasil membantu proses perkara narapidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra di Mahkamah Agung (MA). Imbalan tersebut rencananya diberikan dengan kamuflase pembelian perusahaan tambang oleh Djoko Tjandra.

Dia meyakini Jaksa Pinangki sangat berperan aktif dalam membantu Djoko Tjandra. Setidaknya, kata dia, Jaksa Pinangki telah dua kali pergi bersama beberapa pihak ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk bertemu Djoko Tjandra. "Artinya oknum Jaksa Pinangki ini sangat aktif untuk membantu Djoko Tjandra," ujarnya.

Dokumen bukti dugaan gratifikasi itu telah diserahkan MAKI ke Komjak. Lembaga itu akan menyelidiki bukti tersebut.

Kasus dugaan gratifikasi Jaksa Pinangki telah naik ke tahap penyidikan. Penyidik Kejaksaan Agung menyimpulkan ada dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus yang melibatkan Jaksa Pinangki.

"Proses itu tidak lagi melalui tahap penyelidikan, tapi langsung ke penyidikan sesuai dengan surat perintah penyidikan direktur penyidikan pada jaksa agung muda tindak pidana khusus nomor print 47/f:/fd:/08/2020," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Hari Setiyono di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin, 10 Agustus 2020.

Penyidik Kejaksaan Agung belum menemukan bukti penerimaan hadiah atau janji oleh Jaksa Pinangki dari Djoko Tjandra. Kejaksaan Agung sedianya memeriksa dua saksi kunci pada Senin, 10 Agustus 2020.

Namun, kedua saksi, Rahmat dan Irfan yang merupakan pihak swasta, itu tak menghadiri pemeriksaan. Penyidik akan mengagendakan ulang pemeriksaan tersebut.

Jaksa Pinangki dicopot dari jabatannya sebagai kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. Dia dicopot karena terbukti melakukan sembilan kali perjalanan ke luar negeri tanpa izin atasan.

Jaksa Pinangki diduga bertemu eks buron Djoko Tjandra di Malaysia pada 12 dan 25 November 2019. Dia berangkat ke Negeri Jiran bersama kuasa hukum Djoko, Anita Kolopaking.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait