#KORUPSI#LAMPUNGTIMUR

Jaksa Nilai Penahanan Tersangka Dana Hibah Forum Karang Taruna Lamtim Sesuai Prosedur

Jaksa Nilai Penahanan Tersangka Dana Hibah Forum Karang Taruna Lamtim Sesuai Prosedur
Kasi Pidsus Kejari Lamtim, Apriyono. Foto: Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya


Sukadana (Lampost.co) --   Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Timur, Apriyono, menegaskan, penetapan AF sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi dugaan penyimpangan dana hibah Forum Karang Taruna Kabupaten Lamtim 2018 oleh tim penyidik, sudah sesuai  prosedur. Ketua Forum Karang Taruna Kabupaten Lamtim AF yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Lamtim, ditahan di Rutan Sukadana, Lampung Timur, pada Kamis, 23 September 2021.

Menurutnya, penetapan AF sebagai tersangka tersebut tidak serta merta. Sebab sebelum ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, AF terlebih diperiksa atau dimintai keterangan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, penyidik mendapatkan bukti awal atau bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Menurutnya, penahanan terhadap AF dilakukan setelah terpenuhinya syarat formil dan materiil dan dengan pertimbangan dikhawatirkan tersangka bisa merusak atau menghilangkan barang bukti.

Penahanan tersangka AF juga dilakukan berdasarkan surat perintah penahanan dari Kepala Kejari Lamtim, Ariana Juliastuty, No.PRINT-1497/L.8.16/Fd.1/09/2021, tanggal 23 September 2021.

“Jadi, penetapan AF sebagai tersangka dan penahanannya iitu tidak serta merta, tetapi sudah melalui  tahapan dan prosedur  sesuai  aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegas Apriyono.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Lamtim Ditahan

Mengenai pengembalian dugaan kerugian negara sebesar Rp100,108 juta oleh tersangka AF, tim penyidik sangat menghargai niat baik yang bersangkutan.

Namun, pengembalian uang kerugian negara tersebut tidak serta merta menghapus  pidananya.  Hal itu sesuai Pasal 4 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

“Berdasarkan pasal 4 tersebut kan sudah jelas bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana korupsi. Tetapi, tim penyidik sangat menghargai niat baik tersangka yang sudah mengembalikan uang kerugian negara tersebut,” kata Apriyono.

Menurutnya, mengenai pengajuan penangguhan penahanan itu merupakan hak tersangka AF mau diajukan atau tidak. Namun, jika nanti diajukan,  maka dikabulkan atau tidaknya penangguhan penahanan tersebut itu merupakan hak tim penyidik.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Forum Karang Taruna Kabupaten Lamtim AF yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Lamtim,  ditahan oleh Kejari Lamtim, Kamis (23/9/2021).

AF ditahan di Rutan Sukadana setelah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi dugaan penyimpangan dana hibah Forum Karang Taruna Kabupaten Lamtim 2018 dengan kerugian negara sejumlah Rp100,108 juta.

Penetapan AF sebagai tersangka tertuang dalam surat penetapan tersangka oleh Kepala Kejari Lamtim, No.Print-1104/L.8.16/Fd.1/07/2021, tanggal 23 September 2021.

Dalam kasus tersebut tersangka AF dijerat Tim Penyidik Kejari Lamtim dengan pasal 2 ayat 1 Junto pasal 18 UU RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait