#hukum#persidangan#uangpelicinjaksa

Jaksa Kembalikan Uang Pelicin ke Istri Terdakwa

( kata)
Jaksa Kembalikan Uang Pelicin ke Istri Terdakwa
Foto: Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): Kebenaran mengenai Jaksa pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung meminta uang pelicin kepada istri terdakwa kasus narkotika atas nama terdakwa Joni Efendi Pasiwaratu (45) oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian PUPR, atas kasus narkotika 1 kg benar adanya. Hal ini dikatakan Dapit Sihombing selaku penasehat hukum dari terdakwa, Rabu,16 September 2020.

"Si Jaksa yang sempat membatah terima uang dari istri terdakwa pada pekan lalu terungkap kebenaranya.Si Jaksa ini sudah mengembalikan uang yang diminta itu, melalui orang terdekatnya. Ini saya sudah foto amplop berikut uangnya," kata Dapit kepada Lampung Post di Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

Selain uang yang sudah dikembalikan, kata Dapit, dia selaku penasehat hukum juga telah diperiksa oleh Kejati Lampung mengenai kebenaran soal permintaan uang oleh Jaksa kepada kliennya itu.

"Tadi saya juga dipanggil oleh Kejati soal pernyataan uang yang diminta Jaksa. Saya jelaskan yang sebenarnya saya juga bawa foto pengembalian uang dari Jaksa tersebut," katanya.

Untuk selanjutnya, kata Dapit, laporan atas pemanggilan dirinya hari ini akan diserahkan kepada pimpinan Kejati Lampung untuk dilakukan proses selanjutnya.

"Hasil dari pemeriksaan saya hari ini sudah diserahkan ke pimpinan Kejaksaan untuk proses selanjutnya terhadap Jaksa tersebut. Begitu kata mereka," ujar Dapit.

Dalam hal pledoi/pembelaan terhadap terdakwa lagi-lagi Dapit mempertanyakan barang bukti dalam kasus tersebut.

"Menjadi hal yang tidak wajar kasus belum P21 tapi barang bukti sudah dimusnahkan, dan semestinya pada saat pengkapan ada foto barang bukti yang didapat dari tersangka tapi ini kan tidak ada," katanya.

Dalam hal pemusnahan semestinya ada pemberitahuan ke pihak Pengadilan karena kasus ini akan disidangkan, namun semua itu tidak ada.

Sebeumnya, istri terdakwa kasus narkotika jenis sabu-sabu seberat 1 kg atas nama terdakwa Joni Efendi Pasiwaratu (45) oknum PNS di Kementerian PUPR di Lampung yang dituntut Jaksa Penuntut Umum selama 15 tahun, mengungkapkan bahwa dia pernah diminta sejumlah uang oleh Jaksa yang menangani perkara suaminya. Hal ini diungkapkan Fitriyani usai sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar