alatbuktijaksa

Jaksa Diminta Tegas Terkait Pembakaran Alat Bukti Korupsi BOK  

Jaksa Diminta Tegas Terkait Pembakaran Alat Bukti Korupsi BOK  
Direktur LBH Chandra Mulyawan.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung menilai kasus korupsi dana Operasional Kesehatan (BOK) harus ditindaklanjuti mengingat dalam fakta persidangan pada Senin 28 September 2020 lalu, terungkap ada alat bukti yang dibakar oleh saksi.

" Benar, ini harus ditindaklanjuti. Ini adalah menghalang-halangi pencarian keadilan/obstruction of justice," kata Direktur LBH Chandra Mulyawan, Selasa 29 September 2020.

Chandra Mulyawan mengatakan, Jaksa harus bersikap mengenai hal ini, meski pun saksi berkilah ada perintah dari atasan (terdakwa) atas pembakaran barang bukti kasus korupsi tersebut.

"Tetap sebagi pelaku. karena turut serta. Faktanya bahwa itu dibakar, Dan itu sudah bisa diduga ada niat jahat/mens rea," katanya.

Dalam keteranganya dipersidangan kemarin, Novrida Nunyai membenarkan barang bukti berupa catatan potongan dana BOK termasuk yang disimpan di dalam komputer telah dia hapus dan dibakar atas perintah terdakwa.

"Yang menghapuskan saya saja, saya mengikut perintah," kata saksi Novrida Nunyai dalam keterangan Dipersidangan.

Saksi juga mengatakan, bahwa barang bukti berupa catatan dia musnahkan dengan cara dibakar di kantor Dinas Kesehatan Lampura, sementara yang tersimpan di dalam komputer (Excel) dia hapus.

" Saya disuruh, besoknya langsung saya bawa, saya bakar di kantor. Kalau yang di komputer saya hapus," katanya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait