koronacoronavirusPSBB

Jakarta Mulai Terapkan Denda Pelanggar PSBB

( kata)
Jakarta Mulai Terapkan Denda Pelanggar PSBB
Pejalan kaki menggunakan masker melintasi trotoar di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga

JAKARTA (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menerapkan denda progresif terhadap pelanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Hal itu tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 yang terbit Rabu, 19 Agustus 2020.

"Betul (sanksi progresif mulai diterapkan)," kata Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi DKI Jakarta Yayan Yuhanah yang juga menandatangani pergub, saat dikonfirmasi, Jumat, 21 Agustus 2020.

Sanksi progresif berlaku untuk perorangan, pelaku usaha, serta pengelola, penyelenggara, dan penanggung jawab fasilitas umum. Sanksi salah satunya menyasar warga yang tak menggunakan masker. Warga yang melanggar sekali dikenakan sanksi kerja sosial 60 menit atau denda Rp250 ribu.

"Pelanggaran berulang satu kali dikenakan kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 120 menit atau denda administratif paling banyak sebesar Rp500 ribu," demikian tertulis dalam Pasal 5 Ayat 2a Pergub Nomor 79 Tahun 2020.

Pada pelanggaran berulang dua kali, warga dikenakan kerja sosial 180 menit atau denda administratif maksimal Rp750 ribu. Hukuman berlipat sesuai jumlah pelanggaran yang diperbuat.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP DKI akan mendata nama, alamat, dan nomor induk kependudukan pelanggar. Informasi ini diinput ke dalam basis data/sistem informasi.

Ketentuan yang sama berlaku di bidang transportasi. Pasal 11 menyebutkan pengelola, penyelenggara, dan penanggung jawab moda transportasi yang tidak melaksanakan kewajiban perlindungan kesehatan masyarakat lebih dari sekali akan dikenakan sanksi progresif.

EDITOR

Winarko

loading...

Berita Terkait

Komentar