ottkpklampungselatan

Jadi Tersangka KPK, Ini Harta Kekayaan Asisten II Pemkab Lamsel

( kata)
Jadi Tersangka KPK, Ini Harta Kekayaan Asisten II Pemkab Lamsel
Ilustrasi. Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co): KPK telah menetapkan Asisten II Ekobang Pemkab Lampung Selatan Hermansyah Hamidi sebagai tersangka kasus korupsi fee proyek pada Dinas PUPR Lampung Selatan Tahun Anggaran 2016-2017.

Dalam pengembangan perkara tersebut, KPK setidaknya memeriksa 30 saksi dari unsur ASN, hingga Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto pada 16 Juli 2020 di Satbrimobda Polda Lampung.

Dari pemeriksaan itu diketahui Hermansyah Hamidi memiliki harta kekayaan cukup banyak. Berdasarkan Laporan Harta kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Hermansyah Hamidi pada 2019, hartanya mencapai Rp8,985 miliar, di antaranya;

Baca juga: KPK Periksa Nanang Ermanto

Tanah dan bangunan senilai Rp5,05 miliar dengan rincian:

1.Tanah dan bangunan seluas 692 m2/400 m2 di Kota Bandar Lampung, hibah dengan akta senilai Rp3 miliar.

2.Tanah dan bangunan seluas 252 m2/200 m2 di Kota Bandar Lampung, hasil sendiri senilai Rp400 juta.

3.Tanah seluas 2.388 m2 di Lampung Selatan, hasil sendiri senilai Rp200 juta.

4.Tanah seluas 2.138 m2 di Lampung Selatan, hasil sendiri senilai Rp200 juta.

5.Tanah seluas 1.358 m2 di Lampung Selatan, hasil sendiri senilai Rp150 juta.

6.Tanah seluas 3.144 m2 di Lampung Selatan, hasil sendiri senilai Rp300 juta.

7.Tanah dan bangunan seluas 80 m2/60 m2 di Jakarta Selatan, hasil sendiri senilai Rp800 juta.

Alat transportasi dan mesin dengan total nilai Rp919 juta dengan rincian :

1. Sepeda motor, Honda Efio2N11M2 A/T Tahun 2015, hasil sendiri senilai Rp12 juta.

2. Sepeda motor Honda NC11D1CF A/T Tahun 2012, hasil sendiri senilai Rp7 juta.

3. Mobil Toyota Fortuner Tahun 2015, hasil sendiri senilai Rp400 juta.

4. Mobil Toyota Innova 2.0 A/T Tahun 2017, hasil sendiri senilai Rp250 juta.

5. Mobil Toyota CHR Tahun 2019, hasil sendiri senilai Rp250 juta.

Baca juga: KPK Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Eks Bupati Lamsel

Selanjutnya, harta bergerak lainnya senilai Rp330 juta, surat berharga senilai Rp2,31 miliar, dan kas dan setara kas Rp373 juta.

Jika dibandingkan dengan LHKPN Hermansyah Hamidi di 2018 sebesar Rp8,049 miliar, maka terjadi kenaikan sebesar Rp936 juta. Kenaikan harta Hermansyah Hamidi ada di komponen alat tranpostasi dan mesin dan surat berharga.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar