#ott#rektorunila#kpk

Kemendikbud Sebut Interval Waktu Tes dan Pengumuman Panjang Jadi Celah Suap

Kemendikbud Sebut Interval Waktu Tes dan Pengumuman Panjang Jadi Celah Suap
Inspektur Investigasi Itjen Kemendikbud Lindung Saut Maruli Sirait saat konpres di KPK, Minggu, 21 Agustus 2022. (Foto:Tangkap Layar YouTube)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Inspektur Investigasi Itjen Kemendikbud Lindung Saut Maruli Sirait, membeberkan faktor suap penerimaan mahasiswa baru di Unila dan perguruan tinggi lainnya pada jalur ujian mandiri rentan terjadi.

Faktornya, kata dia, karena adanya interval waktu ujian dan pengunguman hasil yang sangat panjang. Hal itu, membuka peluang adanya praktek transaksional suap menyuap. Selain itu, parameter kelulusan para peserta mandiri yang tidak jelas, tidak transapran dan akuntabel.

"Langkah kongkrit ke depan evaluasi sistem," ujarnya dalam konfrensi pers KPK, Minggu, 21 Agustus 2022.

Selain itu pengawasan secara melekat pada kampus yang berstatus PTNBH maupun PTNBLU juga harus dijlankan.

"Kriterianya juga harus dipertegas, jadi seakan tak diberikan wewenang (pengelolaan PTNBH dan PTNBLU)," katanya.

Hal ini diungkapkan terkait dengan KPK RI resmi menetapkan empat tersangka dalam praktek suap penerimaan mahasiswa Unila tahun ajaran 2022 melalui Jalur Mandiri.

Para tersangka yakni, Rektor Unila KRM, Warek I Bidang Akademik Unila H, Ketua Senat Unila MB, dan pihak swasta AD.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait