koronaviruskoronahandsanitizer

Itera Produksi Hand Sanitizer Sendiri

Itera Produksi Hand Sanitizer Sendiri
Foto. Dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Institut Teknologi Sumatera (Itera) memproduksi hand sanitizer secara mandiri. Hal itu dilakukan karena antiseptik tersebut telah sulit didapatkan di pasaran.

Pembuatan hand sanitizer itu dikoordinatori oleh Dosen Farmasi Itera, Nur Adliani. Ia menyampaikan produk hand sanitizer saat ini sulit ditemukan di pasaran dan kalau ada harganya juga tidak terjangkau.

"Padahal dalam situasi seperti sekarang cairan antiseptik ini sangat dibutuhkan termasuk Itera," ujar Nur Adliani, Rabu, 18 Maret 2020.

Menurutnya, untuk mengatasi kelangkaan itu, ia bersama mahasiswa dan dosen lainnya melakukan kolaborasi memproduksi hand sanitizer untuk di lingkungan Itera. 

Nur Adriani mengaku produksi yang dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk produksi skala lokal. Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk 1 liter diantaranya Etanol 96% yang diencerkan atau sebanyak 833,33 ml, H2O2 3% yang telah diencerkan sebanyak 41,67 ml, Gliserol 14,5 ml, dan Aquadest secukupnya hingga volume total akhir menjadi 1.000 ml.

"Untuk sementara ini kami baru mampu memproduksi sebanyak 20 liter hand sanitizer, karena memang keterbatasan bahan yang sudah mulai langka, ke depan kami akan melakukan produksi kembali," tambahnya.

Ia juga menyampaikan, Itera membuka kesempatan kerja sama dengan berbagai pihak, untuk melakukan produksi hand sanitizer sesuai standar WHO, di Itera, guna mengatasi kelangkaan produk tersebut.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait