#peternakan#ispi

ISPI Lampung Pacu Kambing dan Domba Topang Kebutuhan Nasional

ISPI Lampung Pacu Kambing dan Domba Topang Kebutuhan Nasional
Pembukaan diskusi ISPI di UTB Bandar Lampung, Sabtu, 19 Maret 2022. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (PW ISPI) Lampung menilai pengembangan kambing dan domba di Bumi Ruwa Jurai membutuhkan investasi besar. 

Ketua PW ISPI Lampung, Aris Susanto, menjelaskan sebagai daerah penyangga ibukota, Lampung memiliki potensi cukup besar untuk pengembangan ternak kambing dan domba. Hal itu dengan adanya berbagai sentra pengembangan kambing dan domba seperti, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur.

"Untuk itu juga didukung potensi ketersediaan bahan baku pakan yang melimpah, baik hijauan maupun konsentrat," kata Aris, saat diskusi Potensi Pengembangan Kambing dan Domba di Lampung untuk Menopang Kebutuhan Nasional, di Universitas Tulang Bawang, Bandar Lampung, Sabtu, 19 Maret 2022.

Di samping itu, pengembangan hewan ternak tersebut juga membutuhkan dukungan dari semua kalangan untuk meningkatkan populasi pembibitannya di Lampung. Dukungan itu dalam bentuk investasi baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat/komunitas peternak. 

“Investasi tersebut meliputi aspek pelayanan kesehatan hewan, penyediaan bibit (pejantan) unggul, dan induk berkualitas,” ujarnya.

Selain itu, investasi dalam kegiatan penelitian, pengkajian dan pengembangan yang terkait aspek pakan dan manajemen pemeliharaan. Kemudian pengembangan kelembagaan untuk mempercepat arus informasi, pemasaran, promosi, dan permodalan. 

Lalu penyediaan infrastruktur untuk memudahkan arus barang input-output serta pemasaran produk. Ketersediaan laboratorium kesehatan hewan, pakan dan reproduksi, serta penyiapan lahan usaha peternakan dan penetapan tata ruang agar pengembangan ternak tidak terganggu masalah keswan, sosial, hukum dan lingkungan.

“Untuk itu, perlu dilakukan kegiatan yang melibatkan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun akademisi, untuk mendiskusikan permasalahan prospek usaha kambing dan domba," kata dia.

Ketua Pelaksana Diskusi, Riko Herdiansah, mengatakan diskusi itu untuk menggali potensi dan kendala pengembangan kambing dan domba di Lampung. Peserta diskusi juga dapat mengetahui peran dan arah dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan kambing dan domba. 

“Tentu kami ingin memberikan informasi kepada masyarakat dan peternak terkait potensi dan kebutuhan kambing dan domba secara nasional. Sekaligus memberikan informasi dukungan perbankan dan lembaga keuangan dalam mendukung pengembangan kambing dan domba di Lampung,” kata dia. 

Rektor UTB, Agus Mardihartono, mengatakan pengembangan kambing dan domba di Lampung memiliki tantangan khusus dari pemasaran. Untuk mengatasi itu dibutuhkan langkah tepat dengan bersinergi berbagai elemen. 

"Sebab, potensi ternak itu di Lampung sangat besar dengan adanya berbagai sentra kambing dan domba," ujarnya. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait