#otomotif#mobillistrik

Isi Daya Mobil Listrik Bisa Gunakan Colokan Rumah

Isi Daya Mobil Listrik Bisa Gunakan Colokan Rumah
Foto: Dok/Wuling


Jakarta (Lampost.co): Pasar kendaraan listrik mulai dilirik pabrikan otomotif di Indonesia. Beragam model kendaraan dengan fitur-fitur unggulan, teknologi terkini, dan harga kompetitif mulai diperkenalkan dan diluncurkan.

Meski belum meratanya infrastruktur untuk stasiun pengisian daya mobil listrik, namun beberapa pabrikan otomotif mulai menghadirkan inovasi untuk konsumennya bisa menggunakan pengisian daya melalui listrik di rumah.

Salah satunya dilakukan pabrikan otomotif asal Tiongkok, Wuling Motors yang belum lama ini memperkenalkan mobil listrik pertamanya di Indonesia, Wuling Air ev. Mobil listrik yang dibanderol dikisaran harga Rp250 hingga Rp300 jutaan itu disebut bisa melakukan pengisian daya menggunakan stop kontak atau colokan seperti di rumah.

Product Planning Wuling Motors Danang Wiratmoko, mengatakan bahwa Wuling Air ev ini mengusung konsep Easy Home Charging alias bisa dengan mudah melakukan pengisian daya di rumah.

"Karena bisa menggunakan sistem pengisian baterai dengan arus AC, maka stop kontak atau colokan seperti di rumah sangat bisa digunakan," ungkapnya di Jakarta, Jumat, 15 Juli 2022.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Wuling Air ev bisa diisi dayanya dengan listrik rumah minimum 2.200 watt dan voltase normal 220 volt. Kendati demikian, kata dia, jika menggunakan daya lebih besar seperti 6.600 watt, tentunya akan lebih cepat lagi untuk pengisiannya.  

Untuk lama waktu pengecasan, bervariasi tergantung dari daya listrik di rumah. Jika daya listrik di rumah sekitar 2,2kW maka pengisian antara 20-100 persen bisa sekitar 8,5 – 11 jam. Sementara jika dayanya sekitar 6,6 kW, untuk pengisian 20-100 persen bisa memakan waktu cuma 4 jam.

"Dengan cara pengecasan yang mudah, maka hal ini dapat memudahkan konsumen ketika mengisi daya tanpa harus memikirkan perihal infrastruktur yang belum terlaksana secara maksimal," tutur Danang.

Wuling Air ev sendiri menggunakan baterai Lithium iron Phosphate dan sudah menyematkan Global Small Electric Vehicle (GSEV). Mobil mungil ini hadir dengan 2 tipe yakni 

Standard Range dan Long Range, di mana perbedaan paling terlihat yaitu kapasitas baterai dan jarak tempuhnya dalam sekali charge.

"Untuk Standard Range baterainya berkapasitas 18 kWh dan sekali cas jarak tempuhnya mencapai 200 kilometer. Sedangkan Long Range baterainya 26,5 kWh dengan jarak tempuh mencapai 300 kilometer," terang Danang.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait