#beritalampung#beritabandarlampung#hukum

Isak Tangis Keluarga Warnai Pembacaan Vonis Andi Desfiandi

Isak Tangis Keluarga Warnai Pembacaan Vonis Andi Desfiandi
Terdakwa Andi Desfiandi saat memeluk istrinya usai sidang putusan di PN Tanjungkarang. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co): Isak tangis keluarga Andi Desfiandi pecah saat mendengarkan putusan vonis Majelis Hakim yang menjatuhkan hukuman penjara selama satu tahun, empat bulan.

Sidang pembacaan vonis oleh Majelis Hakim terhadap terdakwa kasus suap Universitas Lampung (Unila) telah dilaksanakan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu, 18 Januari 2023.

Ketua Majelis Hakim, Aria Varonica memvonis terdakwa Andi Desfiandi dengan hukuman penjara 1 tahun 4 bulan serta denda Rp150 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Orang tua Andi Desfiandi, anak serta saudara-saudara datang memenuhi ruang sidang Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Tangis keluarga tak bisa terbendung, meski sering kali diusap dengan tisu.

Usai sidang, Andi Desfiandi enggan berkomentar banyak. Ia hanya berjalan pelan menuju keluarganya yang ada di bangku belakang, lalu memeluk istri dan anaknya.

Sementara itu adik kandung terdakwa, Firmansyah terlihat tegar menerima putusan Majelis Hakim. Ia mengaku pasrah dan menyerahkan seluruh perkara kepada pihak kuasa hukum.

"Alhamdulillah, kami terima dan serahkan semuanya kepada kuasa hukum," kata dia, Rabu, 18 Januari 2023.

Selain Firmansyah, adik kandung terdakwa lainnya yang turut hadir yakni Ari Meizari. Sama seperti yang lain, matanya terlihat berkaca-kaca usai mendengar putusan Majelis Hakim.

"Yang sabar ya Kanjeng," kata Ari kepasa terdakwa Andi Desfiandi dalam ruang sidang.

Diketahui dalam sidang putusan kali ini, Majelis Hakim menyatakan Andi Desfiandi terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a dan huruf b serta Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Yang mana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait