#sambo#lampung

Irwasum Polri Pimpin Sidang Banding Ferdy Sambo

Irwasum Polri Pimpin Sidang Banding Ferdy Sambo
Sidang banding pelanggaran etik Irjen Ferdy Sambo. Foto: Polri TV.


Jakarta (Lampost.co) -- Sidang banding eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dimulai. Sidang digelar di ruang rapat Divpropam Polri Gedung TNCC Lantai 1 Mabes Polri, Jakarta Selatan.

"Sidang banding Irjen FS yang digelar hari ini berdasarkan Peraturan Polri (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 (tentang Kode etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri). Mekanisme banding diatur Pasal 69," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 19 September 2022.

Dedi mengatakan pelaksanaan sidang banding Sambo hari ini merupakan komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Yakni menuntaskan sidang banding atas sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar 25 Agustus 2022.

"Pelaksanaan sidang banding dipimpin perwira tinggi (pati) bintang tiga dan anggota komisi banding empat (orang) pati bintang dua," ungkap Dedi.

Dedi tidak membeberkan nama-nama lima orang tim komisi banding. Namun, berdasarkan pantauan di Polri TV disebutkan sidang dipimpin Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto.

Selain Agung, terpantau juga dalam ruang sidang Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Wahyu Widada. Kemudian, Kadiv Propam Polri Irjen Syahar Diantono.

 Irjen Ferdy Sambo menjalani sidang etik pada Kamis, 25 Agustus lalu. Keputusan Sidang KKEP dibacakan Jumat, 26 Agustus 2022.

Pimpinan Komisi Sidang KKEP memutuskan memberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) Ferdy Sambo karena terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 5 ayat (1) huruf b, juncto Pasal 8 huruf b juncto Pasal 8 huruf c angka 1 juncto Pasal 10 ayat (1) huruf f juncto Pasal 11 ayat (1) huruf a, juncto Pasal 11 ayat (1) huruf b junto Pasal 13 huruf m Peraturan Polri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Atas putusan tersebut, Ferdy Sambo menyatakan banding sesuai haknya sebagaimana diatur dalam Pasal 69 Perpol Nomor 7 Tahun 2022.

Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Ia dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Ancaman pidananya, maksimal hukuman mati.

Mantan Kadiv Propam Polri itu juga dijadikan tersangka kasus menghalangi penegakan hukum pada penyidikan kasus Brigadir J atau obstruction of justice. Dia dijerat dengan Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 Ayat (1) juncto Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 221 Ayat (1) ke-2 dan/atau 233 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait