#internasional#pesawat-jatuh#iran

Iran Tegaskan Pesawat Ukraina Tidak Terkena Misil

( kata)
Iran Tegaskan Pesawat Ukraina Tidak Terkena Misil
Lokasi jatuhnya pesawat maskapai Ukraina di Teheran, Iran, 8 Januari 2020. (Foto: AFP/ISNA/ROUHOLLAH VAHDATI)


TEHERAN (Lampost.co) -- Kepala Badan Penerbangan Sipil Iran Ali Abedzadeh membantah keras bahwa jatuhnya pesawat maskapai Ukraina di dekat bandara Teheran pada Rabu 8 Januari diakibatkan sebuah tembakan misil. Menurut kaporan kantor berita Fars, penyebab kecelakaan pesawat tersebut akan diumumkan hari ini, Sabtu 11 Januari 2020.

Sebelumnya, sejumlah negara Barat termasuk Amerika Serikat dan Kanada menyebut bahwa pesawat maskapai Ukraine International Airlines (UIA) yang jatuh di Iran "kemungkinan" telah terkena tembakan misil.

"Satu hal yang pasti, pesawat tersebut tidak terkena misil," tegas Abedzadeh, dilansir dari laman BBC. Iran telah mengundang pakar dari sejumlah negara untuk bergabung dalam investigasi kecelakaan.

Dalam kecelakaan Rabu kemarin, total 176 orang di dalam pesawat dinyatakan tewas. Jatuhnya pesawat dengan nomor penerbangan PS752 di dekat bandara Teheran itu terjadi beberapa jam usai Iran meluncurkan belasan misil ke pangkalan militer AS di Irak.

Beberapa media AS berspekulasi bahwa Iran keliru menganggap Boeing 737-800 itu sebagai pesawat perang. Video yang diyakini memperlihatkan momen pesawat tersebut terkena misil dan jatuh bermunculan di media sosial.

Korban kecelakaan pesawat meliputi 82 warga Iran, 63 Kanada dan 11 Ukraina. Ada juga korban dari Swedia, Inggris, Afghanistan dan Jerman.

Menteri Luar Negeri Ukraina berpendapat, terlalu dini bagi pihak manapun untuk menyimpulkan penyebab terjadinya kecelakaan. Menurutnya, upaya mengungkap penyebab sebenarnya membutuhkan waktu.

"Ada begitu banyak versi mengenai apa penyebab di balik kecelakaan pesawat tersebut. Kmai butuh waktu untuk memahami penyebab sebenarnya," ujar Prystaiko.

Iran telah mengizinkan tim pakar dari Ukraina dan beberapa negara lainnya untuk bersama-sama menganalisis kotak hitam pesawat. Namun Iran menyebut pengunduhan data dari kotak hitam mungkin akan menghabiskan waktu dua bulan.

Mengenai kotak hitam, Iran dan Ukraina berselisih paham. Iran ingin kotak hitam dianalisis di Teheran, sementara Ukraina mendorong agar prosesnya dilakukan di Kiev.
 

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...


Berita Terkait



Komentar