#internasional#beritainternasional

Iran Klaim Mampu Memproduksi Bom Atom

Iran Klaim Mampu Memproduksi Bom Atom
Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami. (JOE KLAMAR / AFP)


Teheran (Lampost.co) -- Iran mengklaim memiliki kemampuan teknis untuk memproduksi bom atom, namun tidak berniat melakukan hal tersebut. Pernyataan itu disampaikan Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami pada Senin, 1 Agustus 2022.

Eslami menekankan kembali pernyataan serupa yang pernah diucapkan Kamal Kharrazi, seorang penasihat senior Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Juli lalu.

Baca juga: Iran Ancam Serang Jantung Pertahanan Israel

Pernyataan Kharrazi mengindikasikan Iran mungkin memiliki ketertarikan pada pengembangan senjata nuklir. Selama ini, Iran membantah tertarik mengembangkan program senjata, dan menegaskan energi nuklir hanya akan dipakai untuk tujuan damai.

"Seperti yang disebutkan Kharrazi, Iran memiliki kemampuan teknis untuk membuat bom atom, tapi program semacam itu tidak ada dalam agenda kami," tutur Eslami, dikutip dari Asharq al-Awsat, Senin, 1 Agustus 2022.

Iran melakukan pengayaan uranium hingga 60 persen, jauh di atas batasan yang diperbolehkan dalam perjanjian nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Uranium yang diperkaya hingga 90 persen dapat digunakan untuk membuat bom atom.

Pada 2018, mantan presiden AS Donald Trump keluar secara sepihak dari JCPOA dan kembali menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Iran. Teheran pun merespons dengan melanggar poin-poin JCPOA, terutama mengenai pengayaan uranium.

Diplomat Uni Eropa Joseph Borrell mengajukan proposal untuk menghidupkan kembali JCPOA, dan Iran pun merespons dengan baik. Borrell mengaku mengajukan kerangka baru untuk menghidupkan kembali JCPOA.

"Setelah bertukar pesan pekan kemarin dan mengkaji proposal, ada kemungkinan dalam waktu dekat kami dapat mencapai sebuah kesimpulan mengenai waktu pelaksanaan putaran baru dialog negosiasi nuklir," sebut juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani.

Upaya menghidupkan JCPOA berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Namun, dialog nuklir yang berlangsung selama beberapa putaran di Wina belum menghasilkan terobosan apa pun.

 

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait