#internasional#beritainternasional

Iran Ancam Serang Jantung Pertahanan Israel

Iran Ancam Serang Jantung Pertahanan Israel
Presiden Iran Ebrahim Raisi ancam serang Israel. Foto: AFP


Teheran (Lampost.co) -- Presiden Iran Ebrahim Raisi mengatakan angkatan bersenjata mereka akan membalas dengan keras jika keamanan Iran terancam Israel.

Pada Senin 18 April 2022, Raisi mengancam akan menyerang jantung Israel jika Tel Aviv membuat langkah sekecil apapun terhadap Teheran. 

Berbicara pada parade militer yang menandai Hari Tentara Nasional, Raisi mengatakan jika keamanan Iran terancam musuh bebuyutan Israel, angkatan bersenjatanya akan membalas dengan keras.

"Pesan kami kepada Israel adalah jika Anda mencari normalisasi hubungan dengan negara-negara di kawasan, Anda harus tahu gerakan sekecil apa pun tidak disembunyikan dari intelijen, keamanan, dan militer kami," kata Raisi, seperti dikutip Anadolu, Selasa 19 April 2022.

Baca juga: Imbas Serangan di Al Aqsa, Partai Arab Tangguhkan Keanggotaan di Koalisi Israel

"Dan Anda harus tahu jika Anda melakukan tindakan sekecil apa pun terhadap Iran, tujuan angkatan bersenjata Iran adalah jantung Israel," tambahnya.

Selama upacara tersebut, militer Iran menampilkan berbagai senjata buatan dalam negeri, drone dan sistem pertahanan di parade di pinggiran Teheran.

Kaman-22, drone strategis jarak jauh milik Angkatan Udara Iran, yang mampu mengangkut berbagai jenis kargo dengan durasi penerbangan 24 jam, ditampilkan untuk pertama kalinya.

Menurut pejabat militer, drone ini memiliki jangkauan operasional lebih dari 3.000 kilometer dan mampu terbang hingga 8.000 meter di udara. Serangkaian jet tempur milik tentara Iran juga melakukan manuver udara pada kesempatan itu.

Raisi mengatakan, militer Iran mengembangkan kemandirian di bawah tekanan sanksi AS. Mereka mengatakan Iran dalam kondisi terbaik hari ini.

Parade Hari Tentara Nasional tahun ini datang beberapa minggu setelah Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap apa yang diklaimnya sebagai pusat strategis Israel di Erbil di wilayah Kurdi Irak utara.

Serangan itu, yang melibatkan selusin rudal balistik, terjadi sebagai tanggapan atas pembunuhan dua anggota IRGC dalam serangan udara Israel di pinggiran ibu kota Suriah, Damaskus.

Pekan lalu, Raisi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein yang sedang berkunjung Iran mengawasi dengan cermat tindakan Israel dan tidak akan membiarkan mereka membahayakan keamanan kawasan melalui negara mana pun"

Israel disalahkan atas serangkaian serangan sabotase di fasilitas nuklir utama Iran dan pembunuhan sejumlah ilmuwan nuklir terkemuka Iran.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait