#Hukum#NovelBawesdan

IPW: Polisi Tak Perlu Teruskan Laporan Soal Cuitan Novel

IPW: Polisi Tak Perlu Teruskan Laporan Soal Cuitan Novel
Penyidik KPK Novel Baswedan. MI/Rommy Pujianto


Jakarta (Lampost.co) -- Indonesia Police Watch (IPW) menilai cuitan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tentang Ustaz Maaher At-Thuwailibi bukan ranah hukum. Polisi diminta tak perlu meneruskan laporan masyarakat tentang hal tersebut.

"Memeriksa Novel hanya membuang buang waktu Polri," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui keterangan tertulis, Minggu, 14 Februari 2021.

Neta mengingatkan polisi sudah berjanji mengedepankan restorative justice dalam penanganan kasus. Tentunya, melanjutkan laporan masyarakat tentang cuitan Novel sangat bertentangan dengan rencana itu.

Dia menilai kasus ini bukan urusan polisi. Neta menilai hukuman yang pantas untuk Novel sekadar teguran dari KPK.

"IPW mendesak dewan etik KPK segera menegur Novel agar jangan kebiasaan mengurusi kinerja dan kinerja institusi lain dan urusin saja kinerja KPK agar mampu membumi hanguskan korupsi dari negeri ini," tutur Neta.

Sebelumnya, Novel berkomentar soal meninggalnya Maaher At-Thuwailibi di Rutan Mabes Polri pada Senin, 8 Februari 2021. Pihak kepolisian membeberkan fakta kalau Maaher wafat akibat penyakit yang diderita.

Novel menyoroti penahanan Maaher yang disebabkan kasus penghinaan ataupun ujaran kebencian. Dia juga mempermasalahkan alasan Maaher yang sudah didagnosa sakit, namun masih ditahan.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Ustaz Maaher meninggal di Rutan Polri. Padahal kasusnya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Orang sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluanlah," tulis Novel Baswedan.

Novel juga mengingatkan kalau kejadian itu bukan hal sepele. "Apalagi dengan ustaz, ini bukan sepele loh," ujar dia.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait