#investasi#ekonomilampung

Investasi di Provinsi Lampung Capai Rp8,79 Triliun

Investasi di Provinsi Lampung Capai Rp8,79 Triliun
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung mencatat capaian investasi yang telah diraih pada semester I tahun 2021 sebesar Rp8,83 triliun. 

"Dari target realisasi investasi sebesar Rp10,8 triliun di tahun 2021 ini, Pemprov telah merealisasikan hingga 81,80 persen. Melebihi 50 persen dalam semester I ini," kata Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Lampung, Yudhi Alfadri, Minggu, 19 Setember 2021. 

Jumlah investasi berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak 1.080 proyek dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 47.533 proyek. 

Baca: 3 Perusahaan Nasional Jajaki Peluang Investasi di Bakauheni Harbour City

 

"Untuk perbandingan Year on Year (YoY) realisasi investasi pada semester I untuk PMA di tahun 2020 sebesar Rp5,7 triliun dan di tahun 2021 sebesar Rp1,12 triliun. Sementara itu untuk PMDN di tahun 2020 sebesar Rp5,5 trilun dan di tahun 2021 sebesar Rp6,949 triliun," papar dia. 

Menurutnya, proyek PMDN didominasi sektor perdagangan reparasi, konstruksi, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, dan industri makanan. Sementara untuk proyek PMA didominasi oleh industri makanan, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, hingga industri kimia dan farmasi. 

"Sementara untuk sebaran proyek sendiri, ada perbedaan di triwulan I dan triwulan II. Pada triwulan I Kabupaten Tanggamus jadi wilayah mendominasi dengan nilai Rp4937,4 miliar. Sementara di triwulan II Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang mendominasi dengan nilai Rp775 miliar untuk proyek PMA," terangnya. 

Disusul untuk proyek PMDN dengan kabupaten yang sama, yakni Lamsel senilai Rp352 miliar. Urutan kedua Bandar Lampung untuk proyek PMA senilai Rp210 miliar serta proyek PMDN senilai Rp108 miliar.

Untuk negara dengan minat investasi PMA paling mendominasi di semester I adalah Singapura, disusul negara Belanda, Hongkong, Jepang, Taiwan, Swiss, hingga Malaysia. 

Ia mengatakan, pada periode triwulan II ini (April-Juni) ada penurunan realisasi investasi, namun hal tersebut merupakan indikasi akan selesainya suatu rencana proyek investasi.

"Penurunan ini merupakan hal yang lazim terjadi, pada suatu perencanaan proyek, meskipun demikian Pemprov terus lakukan upaya peningkatan iklim investasi dalam rangka mengantisipasi dampak melemahnya perekonomian global," papar dia. 

Sehingga, kata dia, pihaknya melakukan langkah konkret berupa peningkatan layanan perizinan berbasis teknologi informatika, peningkatan fungsi pembinaan dan pengawasan kepada investor, hingga pembangunan infrastuktur berupa waduk irigasi untuk kebutuhan petani. 

"Kami juga lakuksn pembinaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penjajakan peluang pasar internasional baru, penyusunan regulasi sebagai tindak lanjut dari UU Cipta kerja hingga koordinasi masif dengan kabupaten/ kota hingga pemerintah pusat," tegasnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait