#BERITALAMPUNG

BPTD Antisipasi Warga Eksodus Saat Liburan dan Mudik

BPTD Antisipasi Warga Eksodus Saat Liburan dan Mudik
Situasi di Terminal Tipe A Rajabasa, Bandar Lampung, Rabu, 31 Maret 2021. Lampost/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemangku kepentingan terkait perlu mengantisipasi adanya masyarakat yang eksodus secara besar-besaran di masa liburan dan mudik Lebaran tahun 2021. Optimalisasi penerapan protokol kesehatan secara melekat perlu dilakukan untuk memutus rantai penularan covid-19.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Lampung dan Bengkulu, Sigit Mintarso, mengatakan terkait teknis kebijakan mudik tahun 2021 pihaknya masih menunggu aturan secara resmi dari Kementerian Perhubungan yang kini masih dilakukan kajian. Pihaknya juga melakukan kesiapsiagaan untuk memeriksa angkutan.

"Kalau angkutan Lebaran dilarang beroperasi pada 6 - 17 Mei 2021. Artinya, ada kemungkinan juga masyarakat melakukan perjalanan sebelum tanggal itu. Tanggal 4, 5 dan 6 Mei 2021 misalnya yang kami waspadai juga," kata Sigit di ruang kerja, Rabu, 31 Maret 2021. 

Ia juga mengatakan Terminal Rajabasa tetap beroperasi melakukan pelayanan angkutan umum dan tetap dilakukan rampcek bus-bus yang ada. Sementara untuk jembatan timbang tidak dioperasikan karena akan dijadikan posko atau check poit atau rest area untuk masyarakat yang lalu lalang dijalan nasional diluar jalan tol. Sementara untuk di Pelabuhan Bakauheni akan berkoordinasi dengan ASDP dan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) akan berkoordinasi dengan Hutama Karya.

"Mengenai surat vaksin, swab dan GeNose C-19 masih menunggu juknis dari pusat," ujarnya.


Diberitakan sebelumnya, pemerintah telah memutuskan untuk melarang aktivitas mudik Lebaran tahun 2021. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi sebelumnya, yakni pada beberapa kali masa libur panjang, termasuk saat libur Natal dan Tahun Baru 2020. Larangan mudik Lebaran 2021 akan diberlakukan mulai 6 Mei 2021 sampai 17 Mei 2021. Artinya, selama 12 hari itulah masyarakat dilarang mudik.


Meski mudik 2021 dilarang, untuk cuti bersama Idulfitri tetap diberlakukan yaitu pada 12 Mei 2021. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pergerakan atau aktivitas kegiatan yang berpotensi menaikkan angka kasus penularan dan keterpaparan Covid-19, kecuali dalam keadaan urgen.

Kemudian, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Edaran yang ditandatangani Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada 26 Maret ini berlaku mulai 1 April 2021.


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait