#penyelewengan

Inspektorat Tanggamus Proses 12 Laporan Penyelewengan Dana Desa

( kata)
Inspektorat Tanggamus Proses 12 Laporan Penyelewengan Dana Desa
Sekretaris Inspektorat Tanggamus Gustam Apriansyah. Lampost.co/Abu Umarali

Kotaagung (Lampost.co) -- Inspektorat Tanggamus hingga sedang memproses 12 laporan penyelewengan dana desa dan 8 di antaranya dinyatakan sudah lengkap dan detail serta siap ditindaklanjuti. Sedangkan 4 laporan lagi sedang dianalisis.

Sekretaris Inspektorat Tanggamus Gustam Apriansyah menjelaskan pihaknya sudah menerima laporan dari masyarakat 12 pekon soal dugaan penyelewengan dana desa. Dari jumlah itu, 8 laporan sudah diteliti secara detail dan siap diproses investigasi. Sedangkan 4 laporan masih dalam tahap analisis penyesuaian data.

"Sementara ini total 12 laporan yang sedang kami proses. Kalau hanya sekadar informasi yang masuk banyak tapi hanya sebatas lisan," katanya, Rabu, 29 Januari 2020.

Mayoritas laporan yang masuk ini berkenaan dengan pembangunan fisik karena tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Bahkan, ada juga laporan pembangunan fiktif melalui program dana desa. Pihaknya akan membentuk tim dan terjun langsung ke lapangan guna melakukan investigasi.

"Investigasi kami lakukan sendiri, artinya tim dibentuk dari Inspektorat," katanya.

Jika dalam investigasi ini didapatkan temuan adanya kerugian negara, Inspektorat akan merekomendasikan pengembalian. Hal itu akan dilakukan melalui tuntutan ganti rugi (TGR) dalam batas waktu yang ditentukan. Batas waktu yang diberikan kepada yang bersangkutan biasanya maksimal sampai dengan 60 hari.

"Jika telah melewati batas waktu dan kerugian negara belum dikembalikan, kami akan melimpahkan masalah ini kepada aparat penegak hukum (APH)," ujarnya.

Sementara berkenaan dengan pembangunan GSG dan kantor Pekon Tanjungraja, Cukuhbalak. Telah ada atensi untuk investigasi ke lapangan pada saat audit pelaksanaan dana desa tahap III yang dimulai pada pertengahan Februari.

"Kami belum turun ke Tanjungraja. Hal itu berdasarkan program kerja pemeriksaan tahunan di Inspektorat," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar