#penganiayaan#beritalampung

Inspektorat Bandar Lampung Diminta Periksa Puskesmas Kedaton

Inspektorat Bandar Lampung Diminta Periksa Puskesmas Kedaton
Penganiayaan. Ilustasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kuasa Hukum terdakwa pengeroyok tenaga kesehatan (Nakes) Puskesmas Kedaton, Bey Sujarwo, meminta Inspektorat Kota Bandar Lampung turut memeriksa perawat Rendy Kurnianwa dan unsur Puskesmas Kedaton lainnya.

"Kami sedang mengkaji petugas itu melanggar kode etik atau tidak menjalankan fungsinya. Biar kawan-kawan Inspektorat yang berwenang langsung menilai, mengaudit yang dilakukan Puskesmas Kedaton," ujar Sujarwo, Rabu, 1 Desember 2021.

Menurutnya, tenaga kesehatan Puskesmas Kedaton sebagai pelayan masyarakat yang digaji dari pajak warga, seharusnya memberikan pelayanan prima.

"Kondisi covid-19 masyarakat sedang panik, harusnya pelayanan bisa lebih bijak," paparnya.

Permintaan audit ke Inspektorat itu didukung dengan alasan jaksa Eka Aftarini yang meringankan tuntutan terhadap terdakwa.

“Rendy Kurniawan tidak menjalankan fungsinya sebagai tenaga medis, sehingga peristiwa tersebut terjadi,” ujarnya.

Fakta persidangan juga mengungkapkan pelayanan nakes yang mengecewakan saat ayah terdakwa membutuhkan tabung oksigen, hingga adanya permintaan uang damai Rp200 juta korban yang tidak disanggupi terdakwa.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait