#mediagroup#mediaindonesia

Inovasi Jadi Kata Kunci Media Indonesia Bertahan

Inovasi Jadi Kata Kunci <i>Media Indonesia</i> Bertahan
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate (kedua kiri) didampingi Direktur Pemberitaan Media Indonesia Gaudensius Suhardi saat Ulang Tahun ke-50 Media Indonesia di Kompleks Media Group, Kedoya Selatan, Jakarta Barat, Rabu (29/1/2020). MI


Jakarta (Lampost.co) -- Inovasi menjadi kata kunci Media Indonesia menyambut hari ulang tahun ke-51 yang jatuh besok, 19 Januari 2021. Era disrupsi, bencana alam, hingga pandemi Covid-19 tak menyurutkan Media Indonesia untuk terus melaju memberi pengalaman jurnalistik yang berbeda bagi pembacanya.
 
Direktur Pemberitaan Media Indonesia Gaudensius Suhardi mengatakan Media Indonesia tak boleh takluk oleh segala bencana, tak terkecuali wabah Covid-19. Dengan segala kendala yang terjadi selama setahun terakhir ini, Media Indonesia menolak menyerah.
 
"Kata kunci untuk bisa survive adalah inovasi. Kami terus melakukan terobosan dan hasilnya nyata," kata Gaudensius, Senin, 18 Januari 2020.

Menyambut milad kali ini, Media Indonesia mengambil tema "Reka Cipta Indonesia". Tema ini menjadi simpul bahwa Media Indonesia tak boleh terkungkung oleh rintangan. Media Indonesia mencoba untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan lama.
 
Ketika pandemi mulai melanda pada Maret 2020, tim Media Indonesia langsung berbenah. Semua bekerja dari rumah dan produksi tak boleh melemah. Ketika sejumlah kantor media menutup divisi cetaknya, Media Indonesia justru tetap bertahan.
 
"Kami percaya, dengan modal jurnalistik yang kami miliki, bisnis media bisa tetap bertahan," katanya.
 
Terbukti, divisi cetak Media Indonesia tetap bertahan. Media Indonesia juga bertahan untuk tidak mengurangi jumlah karyawan seperti yang dilakukan banyak media lain.
 
Keberhasilan lepas dari pendemi, setidaknya dalam 10 bulan terakhir ini, kata Gaudensius, tak terlepas dari solidaritas dari tim internal. Juga ditopang faktor eksternal.
 
"Kekuatan MI (Media Indonesia) juga ditopang oleh solidaritas sesama platform di dalam satu grup. Ada kolaborasi yang positif di lingkup Media Group News, yakni dengan Metro TVMedcom.id, dan Lampung Post," kata dia.
 

Melawan kemustahilan

Beberapa inovasi yang sudah dilakukan Media Indonesia selama pandemi ini adalah membenahi perwajahan yang lebih segar pada platform digital. Media Indonesia juga merangsek ke semua platform media sosial dengan tetap mempertahankan ciri khasnya.
 
"Saat ini, Media Indonesia dengan mudah ditemukan di semua platform media sosial seperti Youtube, Instagram, bahkan Tiktok," ujar Gaudensius.
 
Seluruh inovasi itu, lanjutnya, adalah upaya Media Indonesia melawan kemustahilan. Media Indonesia mencoba untuk hadir di mana pun.
 
"Media Indonesia harus ada di mana-mana dengan tetap bersandar pada kekuatan jurnalisme," kata Gaudensius.

 

Visi untuk negeri

Dalam mengusung kekuatan jurnalistiknya, Media Indonesia bersandar pada visi "Menjadi Media Referensi Bangsa yang Terkemuka dan Tepercaya". Visi ini lantas diturunkan ke dalam tiga misi.
 
Pertama, menyajikan konten yang inspiratif dan meneguhkan kebangsaan. Kedua, menjadi solusi bagi pemangku kepentingan dan kebijakan. Dan ketiga, mengoptimalkan sumber daya untuk menciptakan inovasi dan kreativitas.
 
Salah satu produk yang mewujud dari visi dan misi itu adalah hadirnya Media Indonesia Digital. Melalui versi digital ini, Media Indonesia menyatukan teks, foto, video, grafis, dan desain yang mudah diakses.
 
"MI Digital ini menyajikan berita yang mengandung kedalaman dan keluasan dimensi persoalan. Cara penulisannya pun dipertahankan dengan mengutamakan cara bertutur," kata Gaudensius.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait