Vaksincovid-19

Ini Riwayat Penyakit yang Layak Menerima Vaksin

Ini Riwayat Penyakit yang Layak Menerima Vaksin
Vaksin covid-19. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Bandar Lampung merekomendasikan kepada perhimpunan dokter spesialis penyakit dalam Indonesia mengenai pemberian vaksinasi covid-19 pada pasien dengan penyakit penyerta.

Diantaranya untuk masyarakat berpenyakit asma bronkial. Kelayakan pemberian vaksin Sinovac diberikan dengan catatan asma yang terkontrol dengan baik selama 4 minggu terakhir.

"Warga tidak merasakan gejala asma pada siang hari lebih dari 2 kali per minggu, tidak pernah terbangun pada malam hari akibat asma, tidak membutuhkan obat pelega lebih dari 2 kali per minggu, dan tidak memiliki keterbatasan aktivitas pasien asma dengan zat berupa obat dan makanan," kata Ketua IDI Bandar Lampung, Aditya M. Biomed Selasa 12 Januari 2021.

Selain itu, penyakit penyerta bronkiektasis diberikan dengan catatan pasien dalam kondisi stabil yang menunjukkan gejala infeksi berupa demam tidak dapat diberikan vaksin hingga infeksi tertangani.

Untuk masyarakat atau peserta yang memiliki penyakit penyerta kanker paru masih layak mendapatkan vaksin sinovac. Dengan catatan dalam kondisi tidak stabil yang ditandai dengan adanya demam, dan tidak layak mendapatkan vaksin sehingga kondisinya stabil.

"Jika mengalami penyakit paru obstruktif kronik masih layak mendapatkan vaksin. Namun jika kondisi eksaserbasi atau infeksi yang ditandai dengan demam pemberian vaksin harus ditunda hingga eksaserbasi atau infeksi teratasi," katanya. 

Kemudian, bagi penderita tuberkulosis jika telah mendapatkan pengobatan selama minimal 14 hari dan dapat mentoleransi antituberculosis dengan baik. Penderita penyakit paru interstisial layak mendapatkan vaksin harus dalam kondisi baik dan tidak dalam kondisi akut.

Sementara itu ada dua penyakit yang tak boleh mendapatkan vaksin, yaitu penderita penyakit autoimun yang disebabkan autoimun dan infeksi paru akut.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait