#beritalampung#beritabandarlampung#hukum

Ini Progres Penyitaan Aset Korupsi APBD Lampung Timur untuk Membayar Kerugian Negara

Ini Progres Penyitaan Aset Korupsi APBD Lampung Timur untuk Membayar Kerugian Negara
Ilustrasi. Foto: Google Images


???????Bandar Lampung (Lampost.co): Kejaksaan Negeri Bandar Lampung memaparkan perkembangan pembayaran kerugian negara pada perkara korupsi APBD Lampung Timur.

Dua terpidana, yakni Sugiarto Wiharjo alias Alay selaku bos Bank Tripanca dan eks bupati Lampung Timur, almarhum Satono.

Kejari Bandar Lampung Helmi mengatakan satu aset gudang di Jalan Yos Sudarso, Bumiwaras, Bandar Lampung telah disita oleh Kejari Bandar Lampung bersama dengan Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejagung. Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) juga ditunjuk untuk mengapraisal nilai aset terbaru. Namun, belum disebut besarannya.

"Rencana di KPKNL Bandar Lampung nanti akan dilelang (gudang). Itu juga akan dipecah tiga blok karena luas," ujar Helmi, Rabu, 28 Desember 2022.

Sementara, untuk pengganti kerugian negara dari Satono, Kejari Bandar Lampung telah memblokir beberapa aset Satono, yang nilai dari perhitungannya secara umum sekitar Rp5 miliar.

"Aset tersebut sudah kami blokir, untuk nanti dilelang," katanya.

Lanjut Helmi, saat ini Kejari Bandar Lampung juga tengah melacak aset Satono lain untuk mengganti secara penuh kerugian negara.

"Kan masih ada kurang sekitar Rp5 miliar, makanya asetnya terus kita tracing," katanya.

Berdasarkan data Kejari Lampung, aset Alay yang disita (sita esekusi) untuk membayar uang pengganti kerugian negara yakni, tanah dan bangunan di Jalan Yos Sudarso, Bumiwaras tepatnya dekat Hotel Sahid yang terdiri dari 10 sertifikat.

Sedangkan, aset yang disita Kejari Bandar Lampung dari terpidana almarhum Satono yakni lima sitaan berupa tanah dan tanah beserta bangunan.

Pada pekara ini, Alay baru membayar ganti kerugian sekitar Rp11 miliar, dari total keseluruhan Rp106,86 miliar uang pengganti. Alay ditangkap tim gabungan Kejaksaan dan KPK pada Februari, 2019 di Bali, setelah mejadi DPO selama tujuh tahun. Vonis tingkat kasasi, Alay harus membayar kerugian negara Rp. 106,86 miliar dan menjalani pidana 15 tahun.

Sementara, eks Bupati Lampung Timur Satono dinyatakan meninggal, pada 12 Juli 2021, setelah bertahun-tahun menjadi DPO Korps Adhyaksa. Mahakamah Agung menjatuhkan vonis 15 tahun penjara denda Rp500 juta dan membayar uang pengganti Rp10,58 miliar.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait