#pembunuhan

Ini Peran Buronan 6 Tahun dalam Pembunuhan Ayah dan Anak di Sumsel

Ini Peran Buronan 6 Tahun dalam Pembunuhan Ayah dan Anak di Sumsel
Serah terima pelaku dari Polsek Tanjungsenang ke Polsek Sungaimeneng, Sumsel, Rabu, 23 Juni 2021. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kapolsek Sungaimeneng, Ipda Suhendri mengungkapkan keterlibatan Jeni dalam kasus pembunuhan ayah dan anak di Desa Sungai Ceper, Kecamatan Sungaimeneng, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan (Sumsel).

Ia menceritakan, berawal dari perselisihan lahan kayu gelam, pada Februari 2016 sebanyak tujuh orang membawa senjata api mendatangi rumah Mat Usin (50). Setelah itu terdengarlah suara tembakan di rumah korban.

"Menurut keterangan saksi terdengar suara letusan yang mengakibatkan Mat Usin tertembak di bagian pungung sebelah kiri hingga tembus ke paru-paru yang mengakibatkan korban meninggal di tempat," katanya, Kamis, 24 Juni 2021.

Baca: Polisi Tangkap Pembunuh yang Buron Enam Tahun

Setelah mendengar Mat Usin tertembak, anaknya Ahmadi (25) langsung datang dan memeluk ayahnya. Lalu, Ahmadi juga ditembak pelaku dan meninggal.

"Saksi kunci yang berada hanya lima meter dari tempat kejadian juga tertembak. Namun hanya mengalami luka ringan dan segera dilarikan ke rumah sakit," kata Kapolsek.

Enam tahun pelarian Jeni akhirnya disudahi tim Polsek Tanjungsenang di Bandar Lampung. Jeni ditangkap saat sedang mennonton televisi di kontrakannya yang berada di Jalan Ratu Dibalau, Perumahan Perumdam, Kecamatan Tanjungsenang, Bandar Lampung.

Dari total tujuh tersangka, dua di antaranya sudah ditangkap, yakni Carter dan Jeni.

"Saya berterima kasih banyak kepada kepolisian Bandar Lampung yang telah bekerja keras melakukan penangkapan tersangka yang melarikan diri selama enam tahun," katanya.

Kapolsek Tanjungsenang, Ipda Rosali menyerahkan tersangka ke Polsek Sungaimeneng karena disesuaikan dengan tempat kejadian perkara (TKP).

"Ia merupkan DPO wilayah hukum Sumsel. Selama dua minggu terakhir melakukan pengintaian yang cukup melelahkan," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait