#ikn#gubernur#budaya#sejarah

Ini Makna Tanah dan Air Asal Lampung yang Dibawa ke IKN Nusantara

Ini Makna Tanah dan Air Asal Lampung yang Dibawa ke IKN Nusantara
Presiden Joko Widodo (Kiri) menerima sampel tanah Bumi Ruwa Jurai dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi (Kanan) di Kalimantan Timur, Senin, 13 Maret 2022. Tangkapan layar YouTube Biro Pers Sekretariat Presiden


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bertolak ke Kalimantan Timur untuk menyaksikan prosesi pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Arinal bersama 33 gubernur lainnya membawa sampel tanah dan air dari masing-masing provinsi.


Gubernur Arinal menjelaskan, tanah dan air yang ia bawa memiliki makna tersendiri.  

"Tujuan kami membawa tanah dan air ini guna melambangkan persatuan dari seluruh daerah yang ada di Indonesia," katanya, Senin, 14 Maret 2022. 

Baca: Bambang Susantono Ditunjuk Jadi Kepala Otorita IKN

 

Arinal mengatakan, dalam acara tersebut, dia sempat berbincang secara langsung dengan Presiden RI Joko widodo untuk menjelaskan makna positif dari sampel tanah dan air yang dibawa dari Bumi Ruwa Jurai. 

"Saya sampaikan ke Presiden bahwa negara kita yang terdiri dari berbagai macam pulau dan suku bangsa ini memiliki proses penyatuan tersendiri. Yakni melalui tangan Patih Gajah Mada. Maka saya ambil tanah dari wilayah yang dulu sering disinggahi Gajah Mada, yaitu dari Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat," jelas dia. 

Menurutnya, hal itu ia lakukan guna mengenang kiprah Gajah Mada telah banyak melalui perlintasan laut demi menyatukan Nusantara.

"Dasar itu yang saya jadikan landasan. Agar IKN Nusantara ini jadi pilihan terbaik sebagai ibu kota di masa yang akan datang," harap dia. 

Sementara itu, Gubernur menyebut air yang ia bawa berasal dari aliran Way Kanan yang berada di Kabupaten Way Kanan.

"Karena Kabupaten Way Kanan memiliki sejarah khusus. Seperti namanya, yang mengandung arti air atau sungai," kata dia. 

Keunikan lainnya, kata Gubernur, Kabupaten Way Kanan berasal dari lima kebudayaan, lima keadatan, lima kepemimpinan, dan lima ketokohan yang sampai hari ini masih menunjukkan kesamaan pandangan, beretika, bermoral, dan tradisi keislaman yang baik. 

"Sehingga Way Kanan cukup memiliki kebudayaan yang baik bagi pendatang dan masyarakat di wilayah itu," jelas dia. 

Sedangkan wadah air berbentuk teko alumunium berwarna emas melambangkan tradisi yang kerap digunakan tokoh-tokoh penting dan raja-raja. 

"Begitu juga tanah dengan menggunakan nampan berwarna emas dengan tutup dari rotan yang menawan yang berasal dari lima kebudayaan," kata dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait