#caleg#ijazahpalsu#lampura#beritalampung

Ini Kata Caleg PAN Soal Tudingan Gunakan Ijazah Palsu

Ini Kata Caleg PAN Soal Tudingan Gunakan Ijazah Palsu
Ilustrasi (google image)


KOTABUMI (Lampost.co)-- Calon anggota lesgislatif asal daerah pemilihan III (Bukit Kemuning dan sekitarnya) PAN DPRD Lampung Utara, Anton Sudarmono (AS) menjawab tudingan semua pihak atas keaslian ijazah S-1 (Strata Satu) yang digunakan saat proses pencalonan pada pimilu serentak tahun ini. Menurutnya, apa yang dituduhkan selain tidak mendasar, sesuai proses tahapannya hal tersebut tidak pernah dipermasalahkan. .

"Seluruh tahapan telah saya lalui, dan sampai saat ini berdasarlam hasil perhitungan di KPU mendapat suara terbanyak di dapil III ini. Kenapa baru sekarang dipertanyakan itu, "kata dia, Sabtu (15/6/2019).

Sehingga menjadi tanda tanya besar, ada apa yang itu mencuat ke publik, lanjut kader partai besutan Zulkifli Hasan yang kini berada di posisi pertama perolehan suara caleg didapilnya itu. Sebab, proses perkuliahan mulai dari awal sampai diterima ijazah telah diikuti sesuai peraturan pihak kampus tempatnya menempuh jalur S-1. Dan alumninya sendiri telah menyebar berkarier di beberapa institusi negara.

“Saya sampaikan disini, jika diri saya memang benar alumnus dari Universitas Darul Ulum Jombang cabang Bandar Lampung. Saya juga mengikuti perkuliahan melalui program pendidikan pendidikan S-1 disana, teman seangkatan juga banyak yang telah sukses berkarier.  Mulai di intansi militer seperti Polri dan pemerintahan semisal camat, jadi kalau saya bermasalah bagaimana yang lain, " terang Anton.

Anton mengatakan sama sekali tidak menyangka jika dirinya akan dikaitkan dengan kepemilikan ijasah palsu. Setelah melalui proses dan pengorbanan tidak sedikit, mulai dari energi sampai materi selama itu. Dan belakangan malah mendapat sangkaan tidak mendasar saat mengikuti kontestasi Pileg 2019 lalu.

"Jika dikatakan saya menggunakan ijasah aspal, hal itu perlu ditelusuri lebih jauh. Jika pun benar, tentu saya dan alumnus universitas merupakan korban bukan pelaku. Karena kami tidak tahu kalau legalitasnya dikemudian hari menjadi masalah, "sesalnya.

EDITOR

Fajar Nofitra

loading...




Berita Terkait


Komentar