#pajak#pemutihanpajak

Ini Beda Diskon dan Pemutihan Pajak Kendaraan di Lampung

Ini Beda Diskon dan Pemutihan Pajak Kendaraan di Lampung
Ilustrasi pembayaran pajak kendaraan. Dok MI


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan memberlakukan program diskon pajak kendaraan bermotor (PKB) pada pertengahan 2022.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Adi Erlansyah menegaskan, program pemotongan tarif pajak tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan segera dikonsultasikan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Karena memang dalam menentukan konsep program diskon pajak ini harus matang. Sebab program ini berbeda dengan pemutihan pajak yang sudah dijalankan pada 2021 lalu," kata dia, Jumat, 11 Febuari 2022. 

Baca: Pajak Kendaraan di Lampung bakal Didiskon pada Pertengahan 2022

 

Bedanya, kata Adi, program pemutihan pajak hanya mewajibkan seseorang untuk membayar PKB di tahun yang sedang berjalan, sementara tanggungan di tahun sebelumnya dibebaskan. Sedangkan program diskon akan dilakukan pemotongan tanggungan pajak di tahun yang sedang berjalan, artinya 2022, dengan tetap memiliki kewajiban membayar tanggungan pada tahun sebelumnya.

"Tetapi untuk dua tahun sebelumnya, yakni 2020 hingga seterusnya hanya diberlakukan pemotongan diskon," papar dia. 

Bapenda memiliki tiga skema dalam penerapan diskon pajak tersebut. 

"Wajib pajak bisa mendapatkan keringanan hingga sebesar 75 persen. Artinya, hanya membayar 25 persen dari total tanggungan pajak. Ada juga keringanan 60 persen, ada pula yang 50," jelasnya. 

Besaran diskon tersebut, kata diam ditentukan dari jenis dan kelayakan jual kendaraan tersebut.

"Ini bisa digunakan untuk melihat indikator wajib pajak," katanya. 

Ia mengatakan, ada pula yang mengusulkan bahwa penentuan diskon pajak untuk kendaraan roda dua dan empat dihitung berdasarkan besaran CC yang digunakan. Akan tetapi, mekanisme ini punya kelemahan karena ada banyak tipe kendaraan bermotor dengan kualitas mewah tetapi menggunakan CC yang rendah.

"Nanti kalau menggunakan rumus ini akan menimbulkan kesenjangan," katanya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait