#beritalampung#beritalampungterkini#perekonomian#umkm#industri

Industri Pilar Utama Perekonomian Lampung di Masa Depan

Industri Pilar Utama Perekonomian Lampung di Masa Depan
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chlim foto bersama sejumlah kepala OPD usai membuka sosialisasi standardisasi IKM di Raja Pindang Resto, Gadingrejo, Pringsewu, Jumat, 4 November 2022. Dok


Pringsewu (Lampost.co) -- Para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dari tiga kabupaten, Pringsewu, Pesawaran, dan Tanggamus, mengikuti sosialisasi sertifikasi dan standardisasi produk IKM di Raja Pindang Resto, Gadingrejo, Pringsewu, Jumat, 4 November 2022. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung itu dibuka Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu Masykur yang mewakili Penjabat Bupati Pringsewu Adi Erlansyah, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Lampung Elvira Umihanni, dan Kadis Koperindag dan UMKM Pringsewu Malian Ayub.

Baca juga: JNE Bersama PT BIBU Dukung Perkembangan Bisnis di Indonesia Timur 

Wagub mengatakan industri merupakan masa depan Lampung yang menjadi pilar utama dalam perekonomian. Penurunan angka kemiskinan melalui penurunan tingkat pengangguran dapat diwujudkan dengan menumbuhkan industri, baik dalam skala industri kecil, menengah, maupun besar.

"Untuk mendukung janji kerja gubernur Lampung yakni mengembangkan industri pengolahan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru dalam rangka mewujudkan visi rakyat Lampung berjaya, tentu diperlukan suatu sinergi dan kolaborasi yang komprehensif antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat," katanya.

Menurut Nuni, sinergi dan kolaborasi juga wajib dilaksanakan di internal pemerintah, di antara OPD yang menangani sektor hulu atau bahan baku industri, yang menangani sektor hilir, serta yang menangani infrastruktur untuk penunjang industri.

Dia menjelaskan sosialisasi sertifikasi dan standardisasi produk IKM merupakan bentuk peran pemerintah untuk mendorong tumbuhnya hilirisasi di Lampung. Adapun materi yang disampaikan merupakan hal paling mendasar yang harus diketahui dan dipahami para pelaku usaha industri, yaitu aspek legalitas dalam melaksanakan kegiatan usaha.

Wagub berpesan kepada para peserta sosialisasi untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan menyimak materi yang disampaikan para narasumber sehingga dapat memperoleh pengetahuan yang dapat menjadi bekal dalam berusaha.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pringsewu Masykur mengatakan program kegiatan yang bersifat menyentuh langsung ke masyarakat sangat diperlukan sebagai pendorong bangkitnya perekonomian, khususnya di Pringsewu. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi sertifikasi dan standardisasi produk IKM tersebut.

Pemkab Pringsewu saat ini telah memiliki klinik UMKM yang pertama di Lampung. Di klinik UMKM masyarakat dapat memperoleh pelayanan perizinan serta informasi dan konsultasi terkait UMKM secara terpadu dalam satu atap.

"Untuk seluruh pelayanan yang ada di sana tidak dipungut biaya:  konsultasi dan informasi pemberdayaan UMKM, penerbitan NIB, SP-PIRT, sertifikasi halal, pelayanan e-KTP, NPWP, dan lainnya. Di klinik UMKM ditempatkan sejumlah pegawai yang membidanginya, seperti Kantor Pelayanan Pajak Pratama, Kementerian Agama, dan lainnya,” ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait