#ekonomilampung#beritalampung

Industri Jasa Keuangan di Lampung Mulai Membaik

Industri Jasa Keuangan di Lampung Mulai Membaik
OJK. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung optimistis pemulihan ekonomi berjalan pada jalur yang tepat dan perlu terus didorong termasuk peningkatan kinerja dari industri jasa keuangan. 

"Pada 2021, perekonomian nasional maupun daerah diprakirakan terus membaik didukung kemajuan penanganan Covid-19 termasuk vaksinasi, pemulihan ekonomi global, serta dukungan berbagai kebijakan strategis dari pemerintah, OJK dan otoritas terkait lainnya yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melalui paket kebijakan terpadu," kata Kepala OJK provinsi Lampung, Bambang Hermanto, Rabu, 17 Februari 2021.

Dia mengakui pandemi covid-19 membawa pengaruh besar terhadap perekonomian dan pasar keuangan global. Perekonomian nasional terkontraksi cukup dalam sehingga menekan kinerja sektor riil dan mengurangi pendapatan masyarakat. 

Untuk itu OJK pada 2020 mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengurangi volatilitas pasar, memberikan ruang bagi sektor riil untuk dapat bertahan, serta menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. 

"Kebijakan itu cukup efektif mengendalikan volatilitas inflow dan outflow dan secara bertahap kembali memperkuat IHSG di pasar modal, sektor perbankan mampu mengelola risiko kredit tercermin rasio Non Performing Loan (NPL) yang tetap rendah," ujarnya. 

Dampak positif kebijakan nasional tersebut berimbas di Lampung. Data per Desember 2020 kredit yang diberikan perbankan Lampung tercatat Rp68,34 triliun tumbuh 3,57% (yoy) jauh lebih baik dibandingkan perbankan nasional yang pertumbuhannya -2,44%. 

"Risiko kredit perbankan Lampung juga relatif terjaga dengan rasio NPL sebesar 2,42% lebih rendah dari rasio NPL 2019 sebesar 2,64% dan rasio NPL nasional 3,06%. Pertumbuhan kredit UMKM perbankan masih tumbuh meskipun rendah yaitu 2,12% (yoy)," katanya.

Pelaksanaan program relaksasi kredit dan pemulihan ekonomi nasional di Lampung pun cukup baik, jumlah debitur perbankan yang diberikan restrukturisasi kredit per Desember 2020 perbankan lampung tercatat Rp6,87 triliun atau 10,05% dari total kredit perbankan dan jumlah debitur sebanyak 93.481 debitur. 

“Pertumbuhan kredit sektor perbankan di Lampung ini didorong dari sektor konsumtif, pertanian, perantara keuangan, serta sektor perdagangan besar dan eceran. Hampir 53% dari total kredit disalurkan kepada sektor konsumtif dan pertanian yang relatif kecil terdampak Covid-19," tutup Bambang Hermanto.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait