#angkatbesi #olahraga

Indonesia Target Pertajam Rekor di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual 2020

( kata)
Indonesia Target Pertajam Rekor di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual 2020
Ilustrasi. Foto Istimewa


Jakarta (Lampost.co) -- Indonesia menargetkan mempertajam rekor yang telah diraih sebelumnya saat berlaga pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual 2020 di Lima, Peru, pada 11-18 November mendatang.

Pelatih kepala pelatnas angkat besi Dirdja Wiharja menuturkan, lifternya, terutama Muhamad Faathir dan Rizky Juniansyah, harus mampu memperbaiki rekor sebelumnya yang diraih pada Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior, Februari lalu.

"Mengenai target, kami membidik memperbaiki rekor sebelumnya pada Kejuaraan Remaja di Uzbekistan dengan prestasi yang dicapai Muhamad Faathir dan Rizky Juniansyah yang memperoleh emas," kata Dirdja dalam siaran pers, Jumat, 30 Oktober 2020.

Faathir dan Rizky adalah dua lifter junior andalan Indonesia karena kerap mencatatkan hasil impresif di berbagai kejuaraan.

Pada Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior 2020 di Tashkent, Uzbekistan pada Februari, Faathir yang turun di kelas 61 kg itu menyumbang tiga emas, sekaligus memecahkan rekor dunia remaja, yaitu clean and jerk dari 153 kg menjadi 154 kg serta total angkatan dari 272 kg menjadi 273 kg.

Hasil itu sekaligus mempertajam rekor dunia remaja atas namanya sendiri ketika tampil pada Kejuaraan Angkat Besi Junior dan Remaja di Pyongyang, Korea Utara, Oktober 2019. Lifter berusia 16 tahun itu memecahkan rekor clean and jerk 153 kg dan total angkatan 272 kg.

Demikian juga dengan Rizky Juniansyah yang sama-sama memperoleh tiga emas kategori remaja di Uzbekistan. Dia juga memecahkan dua rekor dunia remaja di kelas 73 kg. Dua rekor yang dipecahkannya, yaitu snatch dari 138 kg menjadi 139 kg serta total angkatan dari 306 kg menjadi 307 kg.

Ia menargetkan untuk mempertajam rekor Asia yang dibuatnya pada kejuaraan di Uzbekistan. Namun, pada turnamen yang digelar secara virtual di Peru nanti, ia mengaku harus berjuang lebih keras karena adanya perbedaan waktu cukup jauh antara Indonesia dan Peru.

"Ya saya kebagian bertanding pada 13 November sekitar pukul 4.30 pagi, sedangkan waktu timbang badan pada pukul 2 pagi. Kita harus membiasakan dengan adanya perbedaan waktu," kata Rizky.

"Target saya mempertajam semua total angkatan. Lawan terberat yang akan saya hadapi lifter dari Rusia," ujarnya.

Kejuaraan dunia angkat besi untuk pertama kalinya digelar secara virtual itu akan mempertemukan para lifter yang bertanding di negaranya masing-masing. Terdapat 62 negara yang akan ikut serta, dengan jumlah peserta 425 atlet termasuk Indonesia.

Indonesia diwakili empat lifternya pada turnamen tersebut. Mereka adalah Najla Khoirunisa (45 kg) dan Luluk Diana Triwijayana (49 kg) di bagian putri, serta Muhammad Faathir (61 kg) dan Rizky Juniansyah (73 kg) di bagian putra.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait