#beritalampung#beritalampungterkini#vaksincvid-19#vaksinasi

Indonesia Hanya Memiliki Stok Vaksin Covid-19 5 Juta Dosis

Indonesia Hanya Memiliki Stok Vaksin Covid-19 5 Juta Dosis
Ilustrasi. Dok


Jakarta (Lampost.co) -- Saat ini stok vaksin Covid-19 di Indonesia tersisa 5 juta dosis. Untuk memenuh stok vaksin di daerah, Kementerian Kesehatan merelokasi dari daerah yang memiliki stok vaksin tinggi

"Sampai saat ini stok vaksin yang tersedia sekitar 5 juta dosis di mana ini sudah terdistribusi sebagian besar di daerah dan pusat," kata Direktur Pelayanan dan Kefarmasian Kementerian Kesehatan Dina Sintiaa Pamela secara daring, Jumat, 30 September 2022.

Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 di Pringsewu Habis Sejak Agustus 2022 

Terdapat daerah dengan laju vaksinasi cepat sehingga stok vaksin yang menipis. Tetapi ada juga daerah yang stok vaksinnya tinggi karena laju vaksin tidak terlalu cepat.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan terdapat kabupaten dan kota yang stok vaksinnya 0, seperti Kabupaten Bener Meriah, Nias Barat, Pringsewu, Belitung, Ciamis, Barito Kuala, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tanah Bumbu, Raja Ampat, Paniai, Mimika, Waropen, Dogiyai, dan Kota Sawahlunto.

Dia menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan vaksin dengan daerah stok yang menipis, Kemenkes melakukan relokasi dari daerah yang memiliki stok vaksin tinggi.

"Hal ini sudah dilakukan selama beberapa kali dan akan terus diupayakan agar daerah yang kosong vaksinnya terpenuhi," ujarnya.

Sementara itu, Badan POM menerbitkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) kepada 2 vaksin Covid-19, yakni vaksin AWcorna dan satu vaksin produksi dalam negeri yakni Indovac.

Vaksin Indovac diperkirakan diproduksi sekitar 20 juta dosis per tahun untuk vaksin reguler, sementara AWcorna baru akan menghitung estimasi produksi.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan masih menunggu jumlah produksi dari masing-masing pengembang sebelum disuntikkan kepada masyarakat.

"Tentu akan dimulai dengan kapasitas produksi dan ini vaksin primer, begitu siap produksi akan sudah dapat digunakan untuk vaksinasi. Dan kami pastikan menggunakan produksi dalam negeri," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait