#kerjasamainternasional#beritanasional#ekonomi

Indonesia Berharap Amerika Serikat Jadi Mitra Strategis di Indo-Pasifik

Indonesia Berharap Amerika Serikat Jadi Mitra Strategis di Indo-Pasifik
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Dok


Jakarta (Lampost.co): Menteri Luar Negeri Retno Marsudi hadir secara virtual, mewakili Presiden Republik Indonesia, dalam KTT ke-8 ASEAN-Amerika Serikat dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 14 November 2020. Dalam konferensi pers virtual, seusai KTT, Menlu Retno mengatakan Amerika Serikat merupakan salah satu mitra strategis ASEAN di Kawasan.
 
"Indonesia berharap agar persahabatan antara ASEAN dan Amerika Serikat tetap terjalin kuat di waktu-waktu mendatang. Ke depan Indonesia tetap berharap agar Amerika Serikat menjadi mitra penting dan strategis di kawasan Indo-Pasifik, termasuk di antaranya dalam penerapan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific," ujar Menlu di Bogor, Jawa Barat dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 15 November 2020.

Menlu mengatakan kemitraan ini diharapkan dapat menjadi positive force atau kekuatan positif untuk menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan. Dia menyampaikan dalam empat tahun terakhir, di bidang ekonomi dan pembangunan, Amerika Serikat terus menjadi mitra perdagangan dan investasi terbesar kedua di ASEAN. Volume perdagangan kedua pihak meningkat sebesar 39 persen dari 211,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 294,6 miliar dolar AS.

"Investasi Amerika Serikat juga meningkat 110 persen di kawasan, dari 11,65 miliar dolar AS menjadi 24,5 miliar dolar AS," ungkap Retno.

Di sektor energi, ASEAN bersama Amerika Serikat juga telah menyusun rencana kerja sama jangka panjang 2021-2025. Hal itu ditambah dengan kerja sama di sektor ekonomi digital melalui program peningkatan kapasitas sebanyak 4.000 UMKM yang telah dilakukan di kawasan ini.

Adapun dalam 10 bulan terakhir, sepanjang pandemi covid-19, kemitraan antara ASEAN dan Amerika Serikat di bidang kesehatan juga menguat. Untuk diketahui, dalam KTT ke-8 ASEAN-Amerika Serikat tersebut, Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, Robert C. O'Brien, mewakili Presiden Donald Trump untuk Amerika Serikat.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait