kesehatankanker

Indikasi Dini Penyakit Kanker Usus Besar

Indikasi Dini Penyakit Kanker Usus Besar
Kanker usus besar stadium awal sering tidak menimbulkan gejala sehingga kebanyakan pasien baru mendapatkan diagnosis saat telah mencapai stadium lanjut. (Ilustrasi/Pexels)


Jakarta (Lampost.co) --  Kanker usus besar menjadi salah satu kanker yang cukup sering dialami. Saat ini terjadi peningkatan kanker usus besar pada usia muda dalam dekade terakhir. Umumnya kanker berawal dari polip usus besar yang dibiarkan atau tidak ditangani sehingga polip yang tadinya bersifat jinak berubah menjadi ganas (kanker).
 
"Polip itu dikenal juga dengan kutil. Biasanya kutil terjadi di kulit tetapi di usus besar juga bisa terjadi dan disebut dengan polip. Nah kalau ini tidak ditangani bisa berubah sifat dari jinak menjadi ganas. Dan ini bisa menyebabkan kanker," ujar dr. Eko Priatno, Sp.B (K) BD, dokter spesialis bedah digestif Bethsaida Hospital. 
 
Ada beberapa individu yang berisiko terkena kanker usus besar. "Nomor satu adalah faktor genetik, tidak hanya jika anggota keluarga memiliki riwayat dengan kanker usus besar tetapi juga dengan kanker kandungan atau payudara bisa meningkatkan risiko," tambah dr . Eko.

Ia juga menambahkan seseorang yang mengalami polip dan penderita dengan radang usus menahun berisiko terkena kanker usus besar. "Lifestyle dalam makanan sekarang ini juga menyebabkan pergeseran usia penderita kanker usus besar dari usia tua ke muda," terangnya.
 
"Umumnya kanker usus besar pada stadium awal tidak ada gejala sehingga sulit diketahui selain itu pasien juga tidak aware karena tidak adanya gejala. Untuk itu sangat penting sekali melakukan check up," ujar dr. Eko.
 
Namun jika stadium kanker usus besar sudah meningkat, biasanya terjadi perubahan pola buang air besar (BAB). "Perubahan BAB misalnya sakit atau diare. Kotorannya kecil-kecil seperti pensil atau BAB berdarah."
 
Menurut dr. Eko, konsumsi alkohol, merokok, onesitas, kurang olahraga, menderita familial adenomatous polyposis (FAP) dan memiliki keluarga dengan riwayat menderita kanker usus besar juga dapat meningkatkan faktor risiko seseorang menderita penyakit kanker usus besar.
 
Kebanyakan orang baru mengetahui diagnosis saat muncul gejala. Namun kanker usus besar stadium awal sering tidak menimbulkan gejala sehingga kebanyakan pasien baru mendapatkan diagnosis saat telah mencapai stadium lanjut.
 
"Diagnosa yang cepat dan penatalaksanaan (terapi) yang tepat sangat dibutuhkan. Dengan deteksi klinis pada pola buang air besar, pemeriksaan kolonoskopi untuk melihat massa pada mukosa kolon, kemudian dilakukan biopsi untuk memastikan kanker atau bukan. Bila hasil biopsi adalah kanker maka dilanjutkan dnegan CT scan abdomen dan thorac untuk menentukan staging (seberapa jauh kanker sudah menyebar)," tutup dr. Eko.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait