#india#covid-19

India Paparkan Strategi Penanganan Covid-19

( kata)
India Paparkan Strategi Penanganan Covid-19
Pembagian masker secara gratis di India untuk mencegah penyebaran covid-19. Foto: AFP

Jakarta (Lampost.co) -- India dengan populasi 1,3 miliar jiwa menangani kasus virus korona covid-19 hingga kasus positif mencapai 12.370 per Kamis 16 April 2020. Namun pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi menggunakan metodelogi pencegahan untuk mengatasi covid-19.
 
Kedutaan Besar India di Jakarta, memberikan pemaparan apa saja langkah-langkah yang diambil oleh pemerintahan Modi untuk mengatasi covid-19.

Perencenaan dan eksekusi

Beredarnya informasi di dunia terkait virus korona sejak awal Januari, membuat Pemerintah India mengambil beberapa langkah proaktif. Hal ini telah memastikan bahwa India tetap berada di depan kurva, ketika krisis ini berkembang.
 
“Pemerintah India menyelenggarakan pertemuan Kelompok Manajemen Krisis Kesehatan pada 8 Januari 2020 dan membentuk Kelompok Menteri (GOM) untuk merencanakan, memantau dan meninjau situasi secara teratur dan untuk memastikan koordinasi antar-menteri,” dikutip dari pernyataan Kedubes India, yang diterima Medcom.id, Kamis, 16 April 2020.

Kemudian Negara Bagian/Provinsi diberi pedoman untuk pengawasan dan pelacakan kontak, pengumpulan sampel laboratorium, pengemasan dan transportasi, protokol manajemen klinis, pencegahan dan pengendalian dalam fasilitas kesehatan dan pedoman pembuangan untuk penumpang di bawah karantina.
 
Area fokus dari strategi dan tindakan utama yang diambil adalah sebagai berikut:

1. Pengawasan di pintu masuk negara


Peringatan perjalanan pertama dikeluarkan pada 17 Januari (bahkan sebelum kasus pertama terdeteksi di India) Bersamaan dengan inisiasi penyaringan penerbangan dari Tiongkok dan Hong Kong di tiga bandara besar. Pengawasan dan pembatasan perjalanan bertingkat ditingkatkan selangkah demi selangkah dari pertengahan Januari hingga 11 Maret, ketika WHO akhirnya menyatakan covid-19 sebagai pandemi. Hingga 6 April, 1,5 juta penumpang telah disaring di bandara, 44 ribu di pelabuhan laut dan lebih dari 2 juta disaring di perbatasan darat.

2. Pengawasan Masyarakat terhadap semua Penumpang melalui Jaringan Program Pengawasan Penyakit Terpadu (IDSP)


 
Penumpang dimonitor di masyarakat melalui jaringan IDSP setiap hari. Saat ini 621.000 penumpang telah dibawa di bawah pengawasan dan diantaranya 33.249 ditemukan memiliki gejala dan dirujuk, 5.503 telah dirawat di rumah sakit sejauh ini. Hal ini memastikan bahwa tidak ada satu pun kasus positif yang dapat bercampur dengan populasi umum.


3. Pengujian Laboratorium


Jaringan laboratorium di seluruh negeri telah dibentuk untuk memfasilitasi pengujian sampel awal dan tepat waktu. WHO telah mengidentifikasi National Institute of Virology, Pune sebagai laboratorium rujukan untuk seluruh Wilayah Asia Tenggara. Dari satu laboratorium pada Januari 2020 hingga 223 laboratorium di seluruh negeri (157 laboratorium umum dan 66 swasta) sekarang, lebih dari 190.000 sampel telah diuji hingga saat ini. India juga mengembangkan perangkat pengujian asli untuk memenuhi permintaan yang meningkat untuk pengujian yang lebih diliberalisasi.

4. Meningkatkan produksi dan pengadaan pasokan medis


Sektor swasta India sedang terlibat penuh dalam upaya untuk membuat alternatif lokal yang terjangkau. Misalnya, sekarang terdapat 32 perusahaan India yang telah mulai bekerja untuk memproduksi alat pelindung diri (APD). Peningkatan pasokan oksigen enam kali lipat untuk keperluan medis juga telah dipastikan sejak 1 Februari 2020.
 
Saat ini terdapat 727.494 tempat tidur, 171.317 untuk tempat tidur isolasi dan 74.450 untuk tempat tidur pasien covid-19 yang dikonfirmasi telah diidentifikasi. Hingga 40.000 tempat tidur isolasi tambahan telah disiapkan dengan mengubah 2.500 gerbong kereta api. Produksi pasokan farmasi seperti tablet anti-piretik dan Hydroxychloroquine telah diperluas untuk memenuhi kebutuhan domestik dan untuk diekspor ke negara lain.


5. Komunikasi Publik


Salah satu langkah terbesar dalam mencegah penyebaran infeksi oleh masyarakat adalah melalui komunikasi. Iklan ke media tentang Do dan Don'ts (Apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan) terhadap manajemen covid-19 dirilis dan lebih banyak iklan pers yang berhubungan dengan aspek-aspek lain sedang dikembangkan dan dirilis seiring dengan perkembangan situasi. Konferensi pers resmi dengan Menteri Kesehatan telah dilaksanakan, pembaruan harian oleh yang ditunjuk pejabat telah dikeluarkan dan disiarkan di semua saluran media. Siaran pers harian tentang jumlah kasus, saran perjalanan dan keputusan terkait covid-19 lainnya dikeluarkan.

6. Memastikan keselamatan orang India di luar negeri


Pemerintah telah mengambil setiap langkah untuk memastikan keselamatan warganya. Telah terdapat operasi evakuasi dari Wuhan (Tiongkok), Iran, Jepang (yang berada kapal pesiar Diamond Princess), Italia dan Malaysia. Para pengungsi dibawa ke fasilitas karantina yang didirikan secara real time seperti darurat perang.


Lockdown terbesar di dunia


Pada pertengahan Maret, terdapat penyebaran penyakit global yang substansial. Pada 24 Maret, Perdana Menteri Modi mengumumkan penguncian total atau lockdown selama 21 hari hingga 15 April.
 
Penguncian ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagai contoh, ini termasuk penghentian lebih dari 13.000 layanan penumpang kereta api sehari, untuk pertama kalinya dalam sejarah India sebagai sebuah negara, penghentian semua layanan penerbangan dan sebagian besar transportasi umum. Namun, kesinambungan layanan penting seperti pasokan listrik, air, energi, produk makanan, perbankan, bahkan pengiriman barang-barang penting ke tetangga India sudah terjamin.

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar