#Nuansa#media-sosial#Indahnya-indonesia

Indahnya Indonesia

Indahnya Indonesia
Ilustrasi Pixabay.com


Nova Lidarni

Wartawan Lampung Post

EFEK media sosial dalam kehidupan di era digital saat ini tentunya sudah sangat dipahami. Keberadaan media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter memengaruhi kehidupan semua orang tanpa pandang bulu, mulai dari anak-anak, orang tua, selebriti, hingga politikus kerap menggunakan medsos.

Bahkan berdasar pada penelitian, tiga miliar orang, sekitar 40% populasi dunia, menggunakan media sosial. Dan menurut sejumlah laporan, kita menghabiskan rata-rata dua jam setiap hari untuk membagikan, menyukai, menulis cuitan dan memperbarui akun media sosial kita. Artinya sekitar setengah juta cuitan dan foto Snapchat dibagikan setiap menit.

Tidak sedikit media sosial berdampak negatif. Seperti di negara Korea Selatan, beberapa artis nekat bunuh diri lantaran tidak tahan dengan komentar jahat para netizen di medsos. Mereka tak mampu mengatasi depresi usai menerima hujatan yang dituliskan netizen di medsos.

Dampak lain, medsos juga kerap digunakan untuk melakukan aksi penipuan, berdagang, hingga ajang pencarian jodoh. Bahkan belakangan, medsos digunakan untuk menjaring para donatur untuk membagikan sebagian rezekinya bagi orang lain yang membutuhkan.

Di Indonesia, meski sering kita mendengar dampak negatif dari media sosial, nyatanya medsos juga mampu menggerakkan hati masyarakat negeri yang dikenal dengan semangat gotong royongnya ini. Terbukti, pada Sabtu (18/1) lalu, seseorang melalui akun Instagram-nya berhasil menolong seorang pria tua pengemudi ojek online.

Pemilik akun @elsyasandria itu menuturkan pengalamannya menumpang ojek Bapak Sri Rahardja di tengah malam yang gerimis. Pria berusia 68 tahun itu mengenakan jaket ojol, menunggu penumpang di depan Stasiun Bogor. Berbeda dengan pengemudi ojol yang menunggu orderan melalui aplikasi, si bapak nekat menawarkan tumpangan langsung ke orang yang keluar stasiun. Ternyata ponsel bapak ini rusak. Miris lagi, kondisi motornya pun tidak mumpuni untuk mengantar penumpang yang saat itu hendak ke Puncak.

Meski awalnya sedikit khawatir, Elsya pun setuju diantar Pak Sri Rahardjo. Sayangnya dalam kondisi hujan deras dirasa penumpang tidak mungkin untuk memaksakan motor si bapak mengantarnya. Mereka pun berhenti rumah makan di tengah perjalanan.

Berdasar cerita si bapak, melihat kondisi motor dan ponsel Pak Sri yang memprihatinkan, akun @elsyasandria pun menceritakan pengalamannya melalui Instastory. Di akhir cerita, dia menawarkan pembaca untuk membantu Pak Sri mengumpulkan dana membantu perbaikan motor dan ponsel.

Siapa sangka dalam waktu kurang dari 24 jam, lebih dari Rp70 juta masuk ke rekening Elsya sebagai bantuan para pengguna medsos ke Pak Sri. Bahkan Elsya mengumumkan menutup penerimaan bantuan, karena dana yang terkumpul sudah lebih dari cukup untuk membeli motor dan ponsel baru. 

Ternyata begitulah indahnya hidup di Indonesia yang masyarakatnya gemar tolong-menolong. Dengan kekuatan media sosial, bukan hanya Pak Sri, melainkan banyak warga lain yang membutuhkan bantuan tertolong berkat donasi yang dikumpulkan melalui medsos. ***

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait